Topik
Penderita Diare di Jember Meningkat Drastis
TEMPO Interaktif, JEMBER:Hujan deras yang terus terjadi di Jember, Jawa Timur, selama dua pekan terakhir menyebabkan penderita diare di Jember meningkat drastis. Menurut kepala Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis, sebelumnya dalam sebulan hanya 60 - 70 kasus diare. Namun sejak dua pekan terakhir justru meningkat hingga 90 kasus.
Peningkatan kasus diare itu, lanjut Yumarlis, paling banyak ditemukan di kawasan yang program ''jambanisasi'' Dinkes Jember tidak begitu berhasil. Menurutnya, ada beberapa kecamatan yang menjadi kantong rendahnya kepemilikan jamban, seperti di Arjasa, Jelbuk, Pakusari dan Sumberbaru. "Di kecamatan itu, kepemilikan jamban hanya 40 persen, sekitar 60 persen memilih buang air besar di sembarang tempat," imbuhnya.
Oleh karena itu, petugas dari Puskesmas dan DInkes Jember kini makin menggalakkan program
''jambanisasi'' tersebut. selain itu, petugas 49 Puskesmas di seluruh Jember telah disiapkan. "Obat dan juga infus juga disiapkan sehingga setiap saat kami siap menangani pasien dehidrasi karena diare,” ujarnya. MAHBUB DJUNAIDY





