Aksi Greenpeace Batalkan Kontrak Kertas APRIL  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Perusahaan kertas raksasa global UPM-Kymmene dilaporkan akan menghentikan pembelian produk dari Asia Pacific Resources International Holding Limited, salah satu perusahaan terbesar di Riau yang ikut bertanggung jawab atas perusakan hutan di Indonesia, setelah unjuk rasa kelompok pemerhati lingkungan Greenpeace di Semenanjung Kampar hari Kamis lalu.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Greenpeace hari ini, UPM-Kymmene (Finlandia), mengakui bahwa produk pulp APRIL "berasal dari lingkungan yang rentan". Pemutusan itu berdasarkan perkiraan Greenpeace bernilai lebih dari 4% dari total produksi pulp APRIL, atau lebih dari US$55 juta (Rp515 miliar) per tahun.

"Jika perusahaan-perusahaan internasional mulai menjauhi diri dari bencana lingkungan ini, desakan untuk menghentikan deforestasi global di sini dan di seluruh dunia akan makin keras terdengar. Penghentian perusakan hutan tidak hanya merupakan cara tercepat dan murah dalam memerangi perubahan iklim tetapi sangat penting untuk menghindari bencana perubahan iklim." Ini langkah sangat positif dari UPM untuk membantu melindungi hutan alam Indonesia dan lahan gambut kaya karbon," ujar Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

UPM-Kymmene memasok produk-produk kertas pada pasar global termasuk ke Amerika Serikat, Cina, Eropa dan Australia. Aksi Greenpeace Kamis lalu melibatkan 21 aktivis lokal dan 11 aktivis asing, yang juga menyebabkan 21 aktivis tersebut dijadikan tersangka pelanggaran wilayah dan perbuatan tidak menyenangkan oleh polisi, yang dilaporkan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper.

RONALD