Topik
Enam Rekomendasi untuk Papua dari Konferensi Internasional
TEMPO Interaktif, Jayapura - Ada enam rekomendasi yang dihasilkan dari konferensi internasional pertama tentang keanekaragaman hayati sebagai dasar pembangunan berkelanjutan di tanah Papua. Acara ini diselenggarakan di Kota Jayapura, sejak 11 hingga 14 November. Konferensi ini diikuti lebih dari 400 orang, diantaranya, 17 orang dari luar negeri, 21 orang dari luar Papua, dan 361 orang dari tanah Papua.
Acara ditutup oleh Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu pada Sabtu (14/11) malam di Sasana Krida, Kantor Gubernur Provinsi Papua, Kota Jayapura, Papua. Ketua Panitia Noak Kapisa mengatakan, dari konferensi ini diharapkan dapat dipersiapkan materi yang akan disampaikan ke konferensi internasional di Copenhagen pada Desember 2009 mendatang.
Enam rekomendasi itu meliputi, melaksanakan upaya-upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan di tanah Papua, mengupayakan agar dalam kurun waktu tujuh tahun mendatang tanah Papua memimpin dalam hal konservasi karbon yang dilakukan melalui program konservasi keunikan ekosistem-ekosistem di Papua.
Juga membuat peraturan dan perencanaan yang menunjang terbentuknya hutan konservasi yang dipatuhi para pihak, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Rekomendasi lainnya, memberdayakan masyarakat sebagai pemimpin dalam mempelopori pendidikan lingkungan di tingkat dasar, menengah, atas, maupun di tingkat perguruan tinggi.
Selain itu, juga membentuk forum kerja dalam rangka menindaklanjuti berbagai rekomendasi dari konferensi. Dan memfasilitasi terjadinya sinkronisasi di setiap impelementasi setiap program yang dilaporkan sebagai evaluasi di konferensi internasional keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan kedua di tahun 2011, serta akan dilakukan persiapan, guna disampaikan di konferensi internasional di Copenhagen, Desember 2009 mendatang.
Gubernur Propinsi Papua Barnabas Suebu dalam pidato penutupannya menyampaikan rasa terima kasih ke para peserta, khususnya bagi perwakilan internasional yang telah memberikan masukan sebagai bentuk kepedulian bagi keberhasilan program, terkait pelestarian keanekaragam hayati dan juga pembangunan berkelanjutan. “Kami akan berkomitmen dalam menjalankan berbagai rekomendasi sebagai bentuk keseriusan dari rasa penghargaan terhadap konferensi kali ini,” katanya.
Konferensi ini diadakan pemerintah daerah Provinsi Papua dan Papua Barat yang bekerjasama dengan World Wild Fund (WWF) dan Conservasi Internasional (CI). Rencananya, kegiatan serupa bakal digelar setiap tahun, sebagai bentuk kepedulian terhadap kekayaan keanekaragaman hayati yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di tanah Papua.
CUNDING LEVI