Topik
Korban Meninggal Pengobatan Massal Dapat Diotopsi
TEMPO Interaktif, Jakarta - Penyebab tewasnya peserta pengobatan massal antifilariasis dapat diketahui melalui otopsi. Ketua Ikatan Dokter Indonesia Fahmi Idris mengatakan otopsi dilakukan untuk mengetahui secara persis penyebab kematian.
kata Fahmi. Namun, masalahnya apakah keluarga korban meninggal bersedia atau tidak jika jenazah korban diotopsi.
Sebanyak delapan orang meninggal dan 900 orang lebih dilarikan ke rumah sakit setelah mengkonsumsi obat anti Filariasis atau penyakit Kaki Gajah dalam pengobatan massal program 100 hari pemerintah. Menteri Endang menyatakan korban tewas akibat koinsiden atau penyakit bersamaan yang diderita korban.
Fahmi telah meminta Komite Obat IDI untuk mempelajari obat-obat yang diberikan dalam pengobatan masal tersebut.
AQIDA SWAMURTI





