Topik
Waduh.... Penderita Diare di Sumenep Capai 25 Ribu Jiwa
TEMPO Interaktif, Sumenep - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Madura, mencatat jumlah penderita diare tahun 2009 mencapai 25 ribu jiwa. Mayoritasnya adalah bayi, balita dan manula.
Meski tinggi, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, Susianto mengatakan, pihaknya berhasil menekan angka penderita diare yang sebelumnya berdasarkan peta rawan diare Dinas Kesehatan Jawa Timur diprediksi mencapai 35 ribu jiwa. "Ini keberhasilan karena peta rawan itu tidak terjadi," katanya Senin (16/11).
Menurut Susianto, berdasarkan hasil penelitian, diare ini diakibatkan bakteri ekoli pada air sumur yang dikonsumsi penduduk. Belum dipastikan seberapa besar kandungan ekoli ditiap sumur warga, tapi, kata dia, bakteri ekoli ini biasa berkembang saat musim kemarau dan memasuki awal musim penghujan. "Kita sudah ambil sample beberapa desa, masih diteliti oleh provinsi," ujarnya.
Kondisi ini, lanjut Susianto, diperparah dengan rendahnya pengetahuan warga Sumenep akan pentingnya hidup sehat. Seperti tetap mengkonsumsi air sumur yang mendangkal akibat kemarau tanpa direbus terlebih dahulu. "Ini berbahaya," katanya.
Susianto menghimbau, warga Sumenep agar mengkonsumsi air mineral atau air sumur yang sudah direbus. Sebab, bakteri ekoli yang berlebihan juga bisa menyebabkan kematian.
MUSTHOFA BISRI





