Topik
Tingkat Pengguna Motor Indonesia Dibawah Vietnam
TEMPO Interaktif, Surabaya - Kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya diminta segera memiliki sistem kusus tentang transportasi massal.
"Dalam undang-undang LLAJR, bagi kota yang memiliki penduduk di atas 1 juta harus punya sistem transportasi massal yang baik,” kata Mesra Eza, Ketua Forum Transportasi Perkotaan Masyarakat Transportasi Indonesia (FTP-MTI) saat menggelar keterangan pers disela-sela Konferensi Dunia tentang transportasi yang digelar Eastern Asia Society for Transportation Studies (EASTS) di hotel Shangrila Surabaya, Senin (16/11).
Mesra yang juga Asisten Bidang Transportasi Kementerian Kesejahteraan Rakyat ini menambahkan, sistem yang harus dibangun minimal harus memiliki angkutan massal yang memadai baik itu angkutan bus atau kereta api.
“Tidak harus busway, tapi sistem bus yang harus diperbaiki,” kata dia.
Yogjakarta misalnya, meski tidak memiliki busway, namun dikota itu, bus kota telah tertib dan hanya berhenti di halte, tidak berhenti disembarang tempat.
Perbaikan sistem transportasi massal ini juga dimaksudkan untuk menekan laju jumlah sepeda motor di Indonensia saat ini telah mencapai 72 persen dari total seluruh kendaraan yang ada.
Tri Cahyono Ketua MTI Jakarta sekaligus pakar transportasi Universitas Indonesia mengatakan, jumlah sepeda motor di Indonesia saat ini hanya kalah dengan Vietnam yang mencapai 90 persen sepeda motor.
“Kalau sistem angkutan massal kita baik, saya kira sepeda motor akan bisa dikurangi,” ujarnya.
Pengurangan sepeda motor sendiri diperlukan karena sepeda motor merupakan kendaraan yang paling lemah dalam sisi pengamanan terhadap pengendaranya. Bahkan dari data yang ada, angka kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa 85 persen diantaranya adalah kecelakaan sepeda motor.
Heru Sutomo, Ketua MTI Yogjakarta mengatakan, pajak sepeda motor di Indonesia tergolong yang paling rendah dibandingkan negara-negara tetangga. “Di negara tetangga, pengendara sepeda motor tiap tahun harus bayar asuransi Rp 3,5 juta, tapi di Indonesia asuransi sepeda motor kan sangat murah,” kata pakar transportasi dari UGM ini.
ROHMAN TAUFIQ





