Wapres Boediono Minta Dicarikan Solusi Atasi Kemacetan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Presiden Boediono meminta pembahasan masyarakat transportasi bisa menemukan solusi dalam memecahkan masalah infrastruktur dan kemacetan. "Kita harus memiliki strategi terkait dengan pertumbuhan penduduk dan infrastruktur," kata Boediono dalam Eastern Asia Society for Transportation di Hotel Shangri La Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/11).

Hadir dalam acara tersebut Menteri Perhubungan Freddy Numbery, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Bambang Susantono yang juga Wakil Menteri Perhubungan.

Menurut Wapres, masalah pertumbuhan penduduk dan permintaan akan infrastruktur akan menjadi masalah semua negara. "Sehingga perlu duduk bersama membahas masalah ini dengan semua komponen," ucapnya. "Agar ada semacam sistem yang efisien dalam transportasi."

Hal senada disampaikan Gubernur Soekarwo. Menurut dia, perlu adanya strategi dalam menghadapi ledakan penduduk dan kendaraan pribadi, sedangkan pertumbuhan infrastruktur masih terbatas. "Saya harap bisa memberikan rekomendasi terhadap kinerja transportasi," katanya.

Di Jawa Timur, kata Soekarwo, angka pertumbuhan kendaraan bermotor sangat pesat akibat layanan transportasi yang tidak memadai. "Angka pertumbuhan motor di Jawa Timur naik 20 persen," ucapnya. Menurut dia, kasus ini juga terjadi di sejumlah daerah metropolitan.

"Sering terjadi kepadatan, dan kemacetan di jalan utama," katanya. Sejumlah wilayah Jawa Timur mengalami kepadatan, seperti Sidoarjo, Lamongan, Pasuruan, Gresik, dan Madura. "Sehingga pemerintah dan stakeholder bisa menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

Dia pun menargetkan daerah-daerah yang belum terjangkau infrastruktur bisa segera terlayani dari Pacitan hingga Banyuwangi. "Sehingga potensi daerah itu bisa tergali dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," ungkapnya.

Selain di darat layanan transportasi laut pun penting. Misalnya, perlunya kapal perintis. Jawa Timur memiliki 446 pulau dan sekitar 58 pulau yang dihuni di gugusan Sumenep. "Kita harapkan rekomendasi nantinya bisa memperbaiki sistem transportasi dalam penyelenggaraan daerah," ujarnya.

EKO ARI WIBOWO