Topik
Inggris Akan Minta Maaf atas Pengiriman Anak-anak Miskin ke Kanada dan Australia
TEMPO Interaktif, London - Inggris akan meminta maaf atas pengiriman ribuan anak-anak miskin, sering tanpa sepengetahuan orang tua meraka, ke bekas koloninya selama abad 20, kata pemerintah Inggris, Minggu (15/11).Di bawah Program Migran Anak-anak, sebuah kebijakan yang berakhir 40 tahun lalu, banyak anak-anak miskin dikirim ke negara-negara Commonwealth, terutama Australia dan Kanada, dengan janji kehidupan yang lebih baik.
Namun, menurut badan amal Child Migrants Trust, sebanyak 7.000 migran yang dikirim ke Australia berakhir dengan penyalahgunaan, dibuang ke institusi atau digunakan sebagai buruh di pertanian yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Selama kebijakan pemindahaan yang berjalan dari 1930 hingga 1970 itu, beberapa anak-anak migran diklaim ke orang tuanya telah tewas. Banyak orang tua tidak mengetahui anak mereka, yang sebagian baru berusia tiga tahun, dikirim ke Australia.
Ketua komite parlemen untuk kesehatan yang mengawasi hal itu mengatakan Perdana Menteri Gordon Brown menulis kepadanya untuk mengkonfirmasi bahwa dia akan meminta maaf di tahun baru.
Menurut surat itu, dalam kutipan yang disiarkan BBC, Brown mengatakan padanya: "saatnya tepat sekarang" untuk meminta maaf atas tindakan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya."
"Penting bahwa kita mendengarkan suara mereka yang selamat dan para korban tentang kebijakan salah arah ini," kata Brown.
Menteri urusan Anak-anak Ed Balls mengatakan pada Sky News: "Saya pikir penting bahwa kita mengatakan kepada anak-anak yang kini dewasa dan para orang tua dan juga keturunan mereka bahwa ini sesuatu yang kita pandang memalukan."
Kantor Brown mengatakan Perdana Menteri Asutralia Kevin Rudd hari Senin akan berkunjung untuk meminta maaf atas penganiayaan migran Inggris yang masih tinggal di sana.
REUTERS | ERWIN