Topik


Tiga Jurus Arif Afandi Maju Menjadi Calon Walikota Surabaya

TEMPO Interaktif, Surabaya - Salah satu calon Walikota Surabaya Arief Afandi, Wakil Walikota Surabaya saat ini terlihat "ceria" karena pesaingnya Bambang DH tidak bisa maju lagi sebagai Walikota Surabaya periode 2010-2015.

Keceriaan Arief terlihat saat ditemui wartawan dikantornya har ini. Wajahnya cerah, senyumnya sumringah. "Peluang saya besar setelah Pak Bambang dinyatakan tidak bisa maju lagi," ujarnya.

Mahkamah Konstitusi kemarin memutuskan Bambang DH telah menjabat dua kali dan tidak bisa maju kembali pada pemilihan mendatang.

Arief mengakui elektabilitas dan popularitasnya dari berbagai survey selalu dibawah Bambang DH. Namun karena Bambang tidak bisa maju lagi maka tidak ada pesaing lain yang bisa menyainginya. "Bukan hanya berpeluang untuk saya tapi juga berpeluang untuk calon lain," ujarnya.

Yang dibutuhkan saat ini, lanjutnya, adalah bagaimana bersikap cerdas untuk mendapatkan simpati dari pemilih. Ada tiga metode untuk bisa menang pada pemilihan kepala daerah yaitu dengan elektibiltas yang tinggi, adanya dukungan kekuasaan dan adanya dukungan finansial.

Ia mengatakan banyaknya calon yang bermunculan saat ini bukan saingan yang berarti. Karena untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas calon membutuhkan waktu yang tidak sedikit. "Saya sendiri sudah bergerak sejak empat tahun lalu," ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Politik, Demokrat Jawa Timur Nur Muhyidin mengatakan putusan MK yang menyatakan Bambang tidak bisa maju lagi harus dihormati setiap kalangan. "Dampaknya peluang bagi kader Demokrat untuk bisa terpilih sangat besar," katanya.

DINI MAWUNTYAS