foto

TEMPO/Tri Handiyatno

Waspadai Petugas Juru Pemantau Jentik Palsu  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono meminta warga mewaspadai adanya Juru Pemantau Jentik palsu. Petugas palsu ini mendatangi warga dan meminta bayaran atas abate dan pengasapan (fogging).

Seorang korban warga Pademangan Timur bernama Siti Julaeha mengaku dipaksa oleh oknum tersebut. "Dia memaksa agar kita membeli abate seharga Rp 3.000 sekantong," katanya.

Julaeha membayar Rp 9.000 untuk tiga bungkus abate dan Rp 3.000 untuk biaya fogging atau pengasapan. "Warga harus waspada. Minta surat tugas. Kalau tidak ada lapor ke petugas kelurahan," kata Bambang. Apalagi jika oknum petugas tersebut sampai meminta uang dari warga.

Menurut dia, Jumantik tidak memungut uang dari masyarakat. "Kalau ada oknum yang memanfaatkan untuk keuntungan sendiri segera laporkan," katanya.

Untuk memberantas nyamuk yang membawa penyakit demam berdarah, di setiap RT di Jakarta Utara biasanya ada satu orang Jumantik. Tugas mereka adalah memantau kondisi saluran dan genangan air apakah ada jentik nyamuk atau tidak.

SOFIAN