foto

Dahlan Iskan

Dahlan Iskan Bos Baru PLN  

Dahlan IskanTEMPO Interaktif, Jakarta - Konglomerat media, Dahlan Iskan, disebut-sebut akan menjadi bos baru PT PLN (Persero) menggantikan Fahmi Mochtar.

Menurut sumber Tempo di PLN, surat keputusan pengangkatan Dahlan sudah dibuat. "SK-nya sudah ada, tapi tidak bisa saya kasih karena tintanya masih basah," katanya di Jakarta kemarin saat dikonfirmasi soal rencana pergantian direktur utama PLN.

Dia menambahkan, Dahlan akan dilantik pada 1 Desember setelah Direktur Pembangkit Jawa-Madura-Bali Murtaqi Syamsuddin tiba kembali di Jakarta dari lawatannya ke luar negeri. Murtaqi, menurut sumber tadi, akan menjadi Wakil Direktur Utama PLN menggantikan Rudiantara.

Bakal masuknya CEO Jawa Pos Group ke PLN, kata sumber itu, sudah diketahui para petinggi di kantor tersebut sejak pekan lalu. Dahlan pun semakin sering menyambangi kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara. "PLN memang membutuhkan kehadiran profesional dari luar PLN, asalkan wakilnya dari internal."

Soal Fahmi, ia menilai, adalah pemimpin yang baik dan memahami seluk-beluk PLN. Namun, dia belum mampu membuat terobosan mengatasi kemelut listrik nasional.

Sumber Tempo lainnya menyebutkan, Dahlan malah ada kemungkinan akan dilantik lebih cepat. "Minggu depan," katanya.

Dia menambahkan, Dahlan sudah dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke istana dua pekan lalu dan sudah menjalani uji kepatutan dan kelayakan.

Namun, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar menyatakan, hingga saat ini pergantian direktur utama PLN belum diproses. Pemerintah hingga saat ini masih berfokus mengatasi krisis listrik yang terjadi di seluruh Tanah Air.

"Pokoknya, kami fokus menyelesaikan masalah krisis listrik dulu, jangan terpecah konsentrasinya," kata Mustafa seusai rapat di kantor presiden dan di kantor Menteri Koordinator Perekonomian kemarin.

Pemerintah telah memasang target penanganan krisis listrik di Jakarta harus selesai maksimum sampai 19 Desember 2009. "Setelah itu kami akan menangani krisis di luar Jawa," katanya.

Pemerintah, Mustafa melanjutkan, sedang mempersiapkan untuk mengubah aturan-aturan yang menghambat sektor kelistrikan. "Jadi kami sama sekali belum membicarakan soal penggantian direksi," ujarnya.

Sampai tulisan ini diturunkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Saleh Zahedi tidak menjawab pesan pendek dan telepon dari Tempo.

Selain menjadi bos Jawa Pos Group, Dahlan saat ini menjadi Direktur Utama PT Cahaya Fajar Kaltim, perusahaan listrik swasta di Kalimantan Timur yang bekerja sama dengan perusahaan daerah. Perusahaan yang sudah berjalan tiga tahun itu memiliki pembangkit berkapasitas 25 megawatt. Ia juga menjadi Direktur Utama PT Prima Electric Power, perusahaan listrik swasta yang memiliki pembangkit berkapasitas 2 x 25 megawatt di Krian, Surabaya.

Ketika dimintai konfirmasinya soal pencalonan ini, Dahlan menolak berkomentar. "Jangan tanya saya. Belum pasti, belum pasti," ujarnya. Sebelumnya, Dahlan sempat disebut-sebut akan menjadi Menteri Perhubungan.

Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Effendi Simbolon (dari PDI Perjuangan) sepakat bahwa direksi PLN memang harus diganti. Namun, ia mempertanyakan penempatan Dahlan sebagai calon direktur utama PLN. "Kriterianya apa? Kalau soal kemampuan, ya, semua orang juga mampu," katanya.

Penunjukan Dahlan itu, menurut dia, kian memperjelas ketidakjelasan kebijakan dan manajemen Presiden Yudhoyono. Dengan pilihan itu, ia memprediksi PLN akan bertambah hancur-hancuran. Apalagi Presiden juga sudah memilih Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang tidak memiliki kemampuan di bidang itu.

"Penunjukan orang-orang yang tidak memiliki kemampuan di sektor-sektor yang vital, baik di kementerian maupun direksi perusahaan negara, menunjukkan Presiden hanya menggunakan hak prerogatifnya dalam memilih orang," ujar Effendi.

Menurut dia, jika memang pemerintah memandang sektor listrik penting untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi, seharusnya yang dipilih adalah orang yang tepat. Direksi PLN seharusnya diambil dari orang dalam. Bukan orang partai atau yang memiliki kedekatan atau hubungan lainnya.

Sebaliknya, Effendi menilai penunjukan Murtaqi sebagai Wakil Direktur Utama PLN jauh lebih masuk akal dan lebih sedikit terkontaminasi dari partai maupun kedekatan lainnya.

GRACE S GANDHI | MARIA RITA HASUGIAN | SORTA TOBING | GUNANTO ES