Menteri Energi Belum Tahu Pergantian Bos PLN

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Darwin Zahedy Saleh belum mengetahui soal pergantian direksi PT PLN (Persero). "Departemen Energi mengurus kebijakan sektoral," katanya di Jakarta, Jumat (20/11). "Urusan korporasi, seperti penggantian direksi, ada di tangan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara."

Darwin mengatakan, soal penggantian direksi Badan Usaha Milik Negara, biasanya Menteri Energi hanya dimintai pendapat teknis saja. "Sampai sekarang saya belum diminta pendapat dari pihak manapun," tuturnya.

Menurut dia, keluhan dan krisis listrik yang sedang terjadi tidak hanya kesalahan Direktur Utama Fahmi Mochtar. "Tapi masalah kita semua," ucapnya. Ketika ditanya kebenaran berita konglomerat media, Dahlan Iskan, bakal menjadi bos baru PLN, ia tak berkomentar banyak. "Saya belum bertemu dia," ujar Darwin.

Dahlan Iskan, disebut-sebut bakal menggantikan Fahmi Mochtar. Menurut sumber Tempo di PLN, surat keputusan pengangkatan Dahlan sudah dibuat. "SK-nya sudah ada, tapi tidak bisa saya kasih karena tintanya masih basah," kata sumber itu di Jakarta, Kamis lalu.

Dia menambahkan, Dahlan akan dilantik pada 1 Desember setelah Direktur Pembangkit Jawa-Madura-Bali Murtaqi Syamsuddin tiba kembali di Jakarta dari lawatannya ke luar negeri. Murtaqi, menurut sumber tadi, akan menjadi Wakil Direktur Utama PLN menggantikan Rudiantara.

Bakal masuknya CEO Jawa Pos Group ke PLN, kata sumber itu, sudah diketahui para petinggi di kantor tersebut sejak pekan lalu. Dahlan pun semakin sering menyambangi kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara. "PLN memang membutuhkan kehadiran profesional dari luar PLN, asalkan wakilnya dari internal."

SORTA TOBING