Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Puluhan Jawara Lawan Sampah Kali Ciliwung  

image-gnews
Iklan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Puluhan orang berseragam serba hitam dengan celana kombor lengkap dengan peci dan sabuk hijau besar melilit pinggang, sekilas tampak garang. Di belakang kaos hitam mereka yang bertuliskan "Gibass Jawara Ciliwung" mengingatkan kita pada sosok para pendekar Betawi zaman dulu.

Tapi jangan salah sangka dulu, memang mereka mempunyai kemaMpuan bela diri, namun bukan untuk berkelahi atau sok jagoan. "Kami ini para jawara untuk melawan sampah di Kali Ciliwung," ujar Kordinator Jawara Ciliwung Mamit Supriyadi (45), Sabtu (21/11).

Gibass atau Generasi Betawi Asli dan Serumpun adalah salah satu organisasi masyarakat yang ada di Kelurahan Lenteng Agung dan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Mereka tidak hanya melakukan kegiatan kesenian dan olah bela diri, tapi sekaligus melakukan kegiatan pembersihan bantaran Kali Ciliwung yang melintas kelurahan mereka.

Sejak Juni lalu mereka membentuk divisi khusus yang bertugas untuk menggerakkan masyarakat sekitar untuk membersihkan sampah di sepanjang bantaran sungai. "Dulu para jawara Betawi bertempur melawan penjajah, sekarang kita bertempur melawan sampah yang mengotori kali, semestinya seperti inilah peran para pendekar Betawi," tegas Ketua Gibas Rozali Yunus (55).

Berbagai kegiatan telah mereka lakukan bersama-sama warga, mulai dari membuat jalan setapak sepanjang 2,5 kilometer di sepanjang bantaran Kali Ciliwung di Kelurahan Lenteng Agung, penanaman pohon, hingga pengadaan lomba bersih-besih sungai dengan perahu.

"Kami membuka jalan setapak dari RT I hingga RT 14 di RW 8, agar orang nantinya tidak buang sampah ke sungai karena ada jalan yang mereka lewati, saat ini sudah terbuka sekitar 1 kilometer," ujar Mamit.

Pemerintah DKI berharap keberadaan para jawara itu bisa membantu mengawasi upaya pembersihan Ciliwung. "Dengan keikut sertaan warga kami harap Kali Ciliwung bisa lebih bersih dari sampah," ujar Ketua Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Peni Susanti seusai pengukuhan dan pelantikan 26 anggota Gibas Jawara Ciliwung.

Di Lenteng Agung tidak hanya para jawara, para ibu juga aktif dalam kegiatan pembersihan sampah itu. Setiap Jumat, ibu-ibu RW 7 dan RW 8 Lenteng Agung yang tergabung dalam Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bersama-sama membersihkan sampah di jalan dalam kegiatan Jumat Bersih.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tidak tanggung-tanggung, setiap yang tidak ikut kerja bakti akan kena denda. "Uang denda kami kumpulkan untuk kas PKK," ujar Ketua PKK RW 8 Lenteng Agung Sri Purwanti (50).

Menurut Ketua RW 8 Lenteng Agung Sarmili (54), warga Lenteng Agung mulai benar-benar konsen untuk membersihkan Kali Ciliwung sejak Juni lalu. "Karena kami gelisah, makin lama kondisi kali Ciliwung semakin kotor jauh seperti masa saya masih kecil dulu," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Supriyadi. "Dulu tahun 1970 saya biasa mandi di kali, bahkan berani minum airnya, tapi sekarang banyak limbah industri dan rumah tangga yang mencemari, mungkin kami tidak bisa kembalikan kali ini seperti dulu, tapi setidaknya sampahnya bisa kami kurangi," ungkapnya.

Hasilnya, Lenteng Agung yang semula merupakan salah satu daerah penyumbang sampah Kali Ciliwung perlahan telah berubah. Dua lahan kosong di bantaran sungai di RT 4 dan RT 1 RW 8 Lenteng Agung yang dulu menjadi lokasi pembuangan sampah kini telah berubah menjadi Tempat Transit Sampah Sementara.

Sampah warga yang semula menggunung dan sering kali longsor ke sungai kini tidak ada lagi, digantikan dengan puluhan gerobak sampah berisi sampah warga yang secara rutin diambil mobil kebersihan daerah. "Dulu sampah-sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai sebagaian adalah dari kami, tapi sekarang tidak lagi," ujar Sarmili.

AGUNG SEDAYU  

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Undip dan Brin Kembangkan Pendeteksi Logam Berat dalam Limbah Industri

26 Oktober 2023

Warga mengambil air tercemar limbah industri untuk menyiram kebun sayuran di pinggir Sungai Cimande, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 11 Oktober 2023. Tak hanya sumur yang kering, beberapa sumber air bahkan tercemar rembesan limbah industri dari Sungai Cimande selama kemarau panjang. TEMPO/Prima mulia
Undip dan Brin Kembangkan Pendeteksi Logam Berat dalam Limbah Industri

BRIN dan Universitas Diponegoro (Undip) menjalin kolaborasi riset untuk pengembangan metode alternatif pendeteksi logam di limbah industri.


Cerita Warga Bekasi Kena Penyakit Kulit karena Air PAM, Sempat Dikira Sebab Udara Kotor

19 September 2023

Anak-anak bermain di kali Bekasi yang kondisinya air hitam pekat dan berbau akibat tercemar limbah di kawasan curug Parigi, kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 17 September 2023. Kondisi air yang tercemar limbah industri ini mengakibatkan produksi Air Minum Tirta Patriot terganggu sejak 14 September. ANTARA/Paramayuda
Cerita Warga Bekasi Kena Penyakit Kulit karena Air PAM, Sempat Dikira Sebab Udara Kotor

Menurut pelanggan Perumda Tirta Patriot itu, banyak warga Bekasi yang juga mengalami penyakit kulit karena air PAM, selain dirinya.


Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri Hitam dan Bau, Suplai Air PAM 40 Ribu Pelanggan Sudah 3 Hari Terhenti

15 September 2023

Kali Cileungsi, hulu Kali Bekasi, menghitam akibat tercemar seperti terlihat pada Rabu, 13 September 2023. Dok. KP2C
Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri Hitam dan Bau, Suplai Air PAM 40 Ribu Pelanggan Sudah 3 Hari Terhenti

Akibat suplai air PAM terhenti 3 hari, warga Bekasi terpaksa beli air isi ulang dan tidak mandi untuk menghemat air.


Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri, Suplai Air PAM Warga Terganggu

11 Agustus 2023

Foto udara Kali Bekasi yang berubah warna menjadi hitam pekat, di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 2 Agustus 2019. Pencemaran berat ini menyebabkan produksi air di PDAM Tirta Patriot menyusut, dari semula 490 liter perdetik menjadi 420 liter perdetik. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Kali Bekasi Tercemar Limbah Industri, Suplai Air PAM Warga Terganggu

Perumda Tirta Patriot mengambil air Sungai Kalimalang sebagai penetral untuk dicampur dengan air baku Kali Bekasi.


Mengenal Limbah B3, Begini Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Limbah Elektronik dan Industri

30 November 2022

Petugas memindahkan kantong yang berisi limbah medis yang berbahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa, 17 Agustus 2021. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan perlunya tindakan yang cepat dan tepat terkait pengelolaan limbah medis Covid-19 yang mencakup Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang pada Juli 2021 terdapat peningkatan mencapai 18 juta ton. ANTARA/M Risyal Hidayat
Mengenal Limbah B3, Begini Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Limbah Elektronik dan Industri

Limbah B3 dibagi menjadi limbah elektronik dan fashion. Hal ini menjadi permasalahan utama yang akan menyerang kondisi manusia dan lingkungan dalam keseharian.


Ratusan Ribu Ikan Bandeng Nelayan Semarang Mati, Diduga Tercemar Limbah Industri

6 Juli 2022

Ratusan ribu ikan bandeng milik nelayan Kota Semarang mendadak mati. Warga menduga kematian ikan di keramba tersebut akibat aliran air limbah dari Kawasan Industri Lamicitra. (Tangkapan layar video nelayan)
Ratusan Ribu Ikan Bandeng Nelayan Semarang Mati, Diduga Tercemar Limbah Industri

Warga menduga kematian ikan bandeng di keramba tersebut akibat limbah dari Kawasan Industri Lamicitra.


Grup MIND ID Uji Coba Aplikasi Pengelola Limbah Tambang

31 Maret 2022

Grup MIND ID Uji Coba Aplikasi Pengelola Limbah Tambang

Aplikasi MASTERMINE diharapkan dapat menghasilkan nilai efisiensi 10-20 persen dari total biaya pengolahan air limbah tambang.


Mahasiswa Universitas Brawijaya Riset Bulu Ayam Penyerap Limbah Industri Tekstil

29 Juli 2021

Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Brawijaya di Malang meneliti pemanfaatan limbah bulu ayam sebagai penyerap sekaligus pengganti warna limbah industri. Kredit: Universitas Brawijaya
Mahasiswa Universitas Brawijaya Riset Bulu Ayam Penyerap Limbah Industri Tekstil

Pengelolaan limbah cair tekstil pascaproduksi ditujukan untuk menghilangkan atau mereduksi kadar bahan pencemar sehingga limbah cair industri memenuh


KLHK Ungkap Penyebab 59 Persen Sungai di Indonesia Tercemar Berat

28 Juli 2021

Foto udara menunjukkan limbah industri yang mencemari Sungai Citarum di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 11 Desember 2019. Sejumlah pabrik masih membuang limbahnya secara langsung ke aliran Sungai Citarum meski telah diterbitkannya perpres Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. TEMPO/Prima Mulia
KLHK Ungkap Penyebab 59 Persen Sungai di Indonesia Tercemar Berat

KLHK menuturkan 59 persen sungai di Indonesia masih dalam kondisi tercemar berat.


Dua Anggota Ormas Nyaris Bentrok di Tambun Bekasi

2 Juni 2021

Ilustrasi senjata tajam atau pisau. Shutterstock
Dua Anggota Ormas Nyaris Bentrok di Tambun Bekasi

Diduga, kedua ormas itu berselisih soal pengelolaan limbah industri otomotif di sana.