Topik
Wakapolresta Kediri Ancam Usir Wartawan
TEMPO Interaktif, KEDIRI - Lebih dari 20 jurnalis di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/11) melakukan aksi unjuk rasa di kantor kepolisian setempat. Mereka mengecam kriminalisasi pers dalam konflik KPK – Polri.
Aksi unjuk rasa ini dilakukan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Mereka juga meminta kepolisian tidak melibatkan pekerja media dalam penyidikan perkara. Hal ini terjadi pada dua wartawan Kompas dan Seputar Indonesia yang dimintai keterangan dalam pemberitaan transkrip rekaman telepon Anggodo oleh Mabes Polri.
Para jurnalis sempat kecewa ketika aksi mereka tidak ditanggapi oleh jajaran Kepolisian Wilayah Kediri. Polisi memilih menutup seluruh ruangan dan meninggalkan markas saat mengetahui kedatangan wartawan. “Jangan berani menangkapi wartawan saja, mana nyali kalian,” teriak Khoirul Abadi, anggota AJI Kediri dalam aksi tersebut.
Meski diteriaki berulang kali tak satu pun anggota Polwil Kediri yang bersedia menemui para jurnalis. Beberapa petugas kebersihan mengaku tidak mengetahui kepergian seluruh anggota polisi di markas tersebut.
Kecewa dengan perlakuan Polwil Kediri, para jurnalis memindahkan aksi ke Markas Kepolisian Resor Kota Kediri di Jalan Brawijaya. Sempat terjadi ketegangan antara Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Kediri Komisaris Polisi Kuwadi yang tidak mengijinkan para pengunjuk rasa masuk. Setelah melakukan negosiasi polisi akhirnya mengijinkan wartawan berorasi di halaman Mapolresta. “Kami beri waktu lima menit sebelum diusir,” kata Kuwadi.
Dalam pernyataan sikapnya para jurnalis menuntut menghentikan pemeriksaan kepada wartawan Kompas dan Sindo serta menolak pelibatan pekerja media dalam konflik Polri – KPK. Mereka juga meminta polisi menegakkan UU Kebebasan Pers untuk menyelesaikan sengketa pemberitaan. HARI TRI WASONO.