Pendukung Bibit-Chandra Kecewa dengan Pidato Yudhoyono  

Pendukung Bibit-Chandra Kecewa dengan Pidato Yudhoyono  

TEMPO/Subekti

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sesaat setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan sikap atas rekomendasi Tim Delapan, para pendukung Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah mengungkapkan kekecewaannya.

Para tokoh yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Darurat Keadilan yang menggelar acara nonton bareng di kantor Imparsial langsung berteriak marah.

Mantan aktivis 98 Ray Rangkuti mengajak sekitar 120 penonton mengarahkan jari jempol ke arah tanah. Para penonton pun berteriak, "Lawan, lawan, lawan SBY. Lawan SBY sekarang juga."

Pengamat politik Sukardi Rinakit pun mengaku sangat kecewa dengan sikap Presiden. "Kalau begini, kita lawan SBY," kata dia.

Hadir juga pengamat politik Universitas Indonesia Boni Hargens, pengamat politk Universitas Paramadina Yudi Latief, seniman Franky Sahilatua, Koordinator KontraS Usman Hamid, koordinator Indonesia Corruption Watch Danang Widoyoko.

Bibit dan Chandra merupakan tersangka kasus penyalahgunaan wewenang dan pemerasan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan, Anggoro Widjojo. Tim Delapan pada Selasa lalu merekomendasikan kepada Yudhoyono untuk menghentikan kasus Bibit dan Chandra. Dalam pidatonya, Yudhoyono hanya mengisyaratkan untuk menghentikan kasus Bibit dan Chandra setelah menerima rekomendasi Tim Independen Verifikasi Fakta dan Kasus Hukum Bibit dan Chandra M Hamzah (Tim Delapan). 

PRAMONO

Komentar (11)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Kalau saya presiden saya akan ikut rekomendasi Tim 8. Pastilah program brantas korupsi maju seratus langkah.
0
0
Agar Rakyat sy yg sdh muak dgn cara kerja anak buah saya yg ngawur...Saya Pecat ...itu Kapolri & JA dan jajarannya masah sih dari penerus di kepolisian dan kejagung tidak ada yg baik ,jujur dan bisa kerja untuk menggantikannya ...saya ga percaya... Lalu kasus bibiet & chandra tetap sy teruskan dg penilaian dr kapolri dan kejaksaan yg baru...klo dr kapolri atau kejaksaan yg baru itu menilai mereka tidak pantas perkaranya di teruskan ...biarlah mereka yg bekerja menurut aturan hukum yg berlaku...Lalu bila terbukti bibiet&chandra tidak bersalah..maka nama mereka harus dibersihkan..Dan Pemerintah meminta maaf kepada mereka dan keluarganya...
0
0
Saya mendukung ketiga instansi tersebut. Ketiga tiganya instansi penting dalam bidangnya masing masing dan harus dijaga kewenangan dan kehormatannya. Harus dibedakan antara instansi dan perbuatan oknum nya, yang diperkarakan kan oknumnya, bukan instansinya. Instansinya mah seratus persen bagus, tujuannya mulia. Oknum itulah yang bikin brengsek dan harus diadili. Apakah sekarang ada yang bisa menjamin bahwa oknum oknum KPK itu pasti bersih dan tidak bersalah semuanya? Walahuallam!
0
0
Keputusan SBY aneh ya, kasus dihentikan tiga instansi harus dibenahi jadi KPK dianggap sama berengseknya dengan Kejaksaan & Kepolisian. Angodo tenang-2 aja Polisi engga berani nahan, berani nahan nanti ngoceh malah banyak mudharatnya bagi Polisi. Kalau begitu SBY dilengserkan aja, terus kita naikkan Anggodo jadi Presiden pasti deh Kejaksaan & Kepolisian mendukung.
0
0
Makanya saudaraku, mulai sekarang kita harus percaya pada tokoh Agama bukan pada tokoh nesional. buktinya apa yg sudah dikatakan oleh yokoh agama\" JK IS THE REAL PRESIDENT \"
Selanjutnya
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X