Bongkar muat gula di kawasan Dulatip, Bandung, (29/7). Stok gula dinyatakan aman menjelang Ramadhan, namun harga di tingkat eceran cenderung naik antara Rp 8.000 sampai Rp 9.000/kg. foto: TEMPO/Prima Mulia
Keputusan Impor Gula Masih Remang-remang
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebagai langkah untuk mengantisipasi kekurangan stok gula, pemerintah kemungkinan besar akan mengimpor gula. Namun keputusan apakah impor akan dilakukan baru akan diputuskan Selasa (24/11).
”Belum ada keputusan. Baru besok dirapatkan dengan Menko (Menteri Koordinator Perekonomian),” kata Direktur Budidaya Tanaman Semusim Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian, Agus Hasanudin Rahman, di Jakarta, Senin (23/11).
Sebelumnya Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar mengatakan, kebutuhan gula sampai April 2010 masih kurang sekitar 500 ribu ton. Stok dalam negeri hanya sekitar 610 ribu ton, sementara kebutuhan gula mencapai 1,2 juta ton.
Jumlah kebutuhan gula hingga musim giling pada April 2010 sebanyak 1,2 juta ton, sedangkan suplai hanya 610 ribu ton. Kekurangan tersebut bisa ditutup oleh swasta di luar PT Perkebunan Nusantara dan PT Rajawali Nusantara atau dapat mengambil dari stok masyarakat.
Sebelumnya, pemerintah berencana meningkatkan kapasitas gula industri dan konsumsi pada 2025. Untuk gula industri, kapasitasnya akan ditingkatkan dari 2,1 juta ton menjadi 3,3 juta ton. Sedangkan untuk gula konsumsi akan ditingkatkan menjadi 5,6 juta ton dari 2,7 juta ton.
KARTIKA CANDRA | RIEKA RAHADIANA