Sidomuncul Bangun Hotel Mewah di Yogyakarta


TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Sejumlah hotel baru, mulai hotel bintang tiga hingga bintang lima, bakal bermunculan di Yogyakarta dalam waktu dekat. Salah satunya sebuah hotel berbintang lima dengan 200 kamar yang akan dibangun Grup Sidomuncul.

“Paling tidak bakal ada empat hotel baru di Yogya. Salah satunya hotel bintang lima yang dibangun Grup Sidomuncul,” kata Ketua Persatuan Hoteldan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istijab, kepada Tempo, Selasa (24/11).

Menurut Istijab, bisnis perhotelan di Yogyakarta memang masih sangat menjanjikan. Tingkat hunian hotel di Yogyakarta mencapai rata-rata 60 sampai 70 persen. “Bahkan, untuk akhir pekan panjang serta hari-hari libur nasional. Yogya selalu kekurangan kamar hotel,” ujarnya.

Saat ini di Yogyakarta terdapat 17 hotel bintang tiga hingga bintang lima dengan tingkat hunian rata-rata 68 persen. Dengan tingkat hunian sebesar itu, artinya bisnis perhotelan di Yogyakarta masih sangat mungkin dikembangkan.

Menurut Istijab, selain hotel bintang lima milik Grup Sidomuncul, juga ada Hotel Natasha (bintang empat) dengan kapasitas 140 kamar, dan Jogja Town Square yang terdiri atas apartemen, mal, dan hotel yang sedang dalam proses pembangunan. “Juga ada Grand Palace Hotel dengan 60 kamar yang mulai buka Desember nanti,” ucap Istijab.

Pembangunan sejumlah hotel di Yogyakarta ini juga menjadi penyelamat dunia perbankan di Yogyakarta. Menurut Pimpinan Bank Indonesia Yogyakarta, Sutikno, pembangunan sejumlah hotel itu menjadi salah satu andalan sejumlah bank yang selama ini kesulitan menyalurkan kreditnya.

Menurut Sutikno, dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun oleh perbankan di daerah itu tumbuh 14,28 persen hingga Oktober 2009. Namun besarnya serapan dana masyarakat berupa giro tabungan, deposito baik melalui bank umum maupun bank perkreditan rakyat belum termanfaatkan untuk pembiayaan kredit.

“Angka LDR (loan deposit ratio) di Yogyakarta baru 55,28 persen. Padahal akhir 2008 mencapai 58,14 persen,” tutur Sutikno yang sehari sebelumnya baru dilantik menjadi Pemimpin Bank Indonesia Yogyakarta menggantikan Tjahjo Oetomo yang memasuki masa pensiun.

Untuk memperbesar penyaluran kredit, kalangan perbankan sepakat manaikkan penyaluran kredit untuk infrastruktur pariwisata Yogya, diantaranya pembangunan sejumlah hotel. “Rencana investasi pembangunan hotel baru ini diharapkan meningkatkan pertumbuhan kredit tahun depan," ujarnya.

HERU CN

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
APALAH ARTINYA PEMBANGUNAN SEBUAH ATAU LEBIH HOTEL MEGAH TETAPI TIDAK DAPAT MENYERAP TENAGA KERJA SECARA MAXIMAL,TERUTAMA MASYARAKAT SEKITAR DIMANA HOTEL TERSEBUT DIBANGUN. SAYA SANGAT BERHARAP PEMBANGUNAN HOTEL MILIK GROUP SIDO MUNCUL DAPAT MEMPEKERJAKAN SAYA DAN YG LAINNYA SESUAI DG KRITERIA YG DIBUTUH KAN.L SAYA LULUSAN D III KOMUNIKASI .
Wajib Baca!
X