Topik
Badan Urusan Logistik Gelar Uji Tanak Beras Miskin
TEMPO Interaktif, Purwokert – Keluhan masyarakat atas beredarnya beras miskin yang berbau apek akhirnya ditanggapi Badan Urusan Logistig sebagai penyalur beras miskin. Mereka akan mengadakan uji tanak terhadap beras miskin yang akan dibagikan kepada warga.
“Uji tanak ini dilakukan untuk membuktikan beras Bulog layak konsumsi atau tidak,” terang Kepala Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional IV Banyumas, Yusfinar, Rabu (25/11).
Pada pembagian beras miskin bulan ini, sejumlah warga mengeluhkan beras miskin yang mereka terima tak layak konsumsi. Selain berbau apek, beras juga berwarna kuning dan tak enak dimakan.
Ia mengatakan, saat ini Bulog mempunyai stok beras miskin dari pengadaan Maret. Beras inilah yang bulan depan akan dibagikan ke masyarakat. Sedangkan beras terbaru merupakan pengadaan Agustus.
Untuk memastikan beras milik Bulog layak konsumsi, Yusfinar berharap Dinas Kesehatan agar mau memerikas kualitas beras yang akan dibagi. Selain itu, Bulog juga akan membentuk tim internal untuk melihat kualitas beras yang ada di gudang mereka.
Kepala Badan Koordinasi Wilayah III Jawa Tengah Budi Santoso mengatakan, Badan Koordinasi akan mengawasi secara ketat penyaluran beras miskin. “Penyaluran harus sesuai dengan enam tepat,” katanya.
Enam tepat tersebut yakni, tepat sasaran, jumlah, harga, waktu, mutu, dan administrasi. Untuk wilayah Bakorwil III, kata Budi, Kabupaten Banjarnegara dan Kota Tegal dinilai sudah memenuhi enam tepat tersebut. Dua daerah tersebut akan dinominasikan mendapat raskin awards.
Terkait beredarnya beras apek, Budi mengimbau agar seluruh daerah mengadakan uji tanak beras miskin yang akan dibagi. Ia juga meminta Dinas Kesehatan untuk mengawasi setiap gudang Bulog yang dicurigai ada beras apeknya.
ARIS ANDRIANTO





