Tak Bisa Baca Doa, Siswa Dianiaya Guru Hingga Buta

TEMPO Interaktif, Sidoarjo - Gara gara tak bisa membaca doa sesudah wudhu, seorang siswa kelas 2 SD Negeri Sambungrejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo dipukul guru hingga mengalami kebutaan. Korban, HJ ,8, menangis pulang karena mata kanannya terasa pedih setelah dipukul guru agama Mut, 55.

"Wajah dan kepalanya dipukul keras," kata ibu HJ, Nurlaili, Rabu (25/11).

Pemukulan itu terjadi pada Sabtu (21/11) lalu. Setelah itu Haj menjalani perawatan di poliklinik setempat. Karena sakitnya semakin parah, HJ dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Dr Soetomo Surabaya. Menurut dokter terjadi kerusakan sistem syaraf di kornea mata sebelah kanan.

Kini, ia menjalani rawat jalan dengan obat tetes dan vitamin. Sebelumnya, kata NUrlaili, HJ mengalami sakit mata hingga pandangannya kabur. Setelah pemukulan tersebut, kini mata sebelah kanan justru tak bisa digunakan. Pasca kejadian itu, Nurlaili bersama wali murid lainnya memprotes tindakan sang guru tersebut. Mereka mendatangi sekolah agar pelaku dijatuhi hukuman berat.

Kepala Sekolah, Muhammad Syafii mengatakan telah melimpahkan perkara ini ke Dinas Pendidikan setempat. Pelaku, katanya, akan dihukum sesuai dengan tingkat kesalahannya. "Harap bersabar, kami akan menindaklanjutinya," katanya.

Menurut Nurlaili sikap Mut yang ringan tangan ini kerap ditunjukkan kepada siswanya setiap mengajar. Bahkan, sejumlah siswa kelas 1 dan kelas 2 takut saat mengikuti pelajarannya. Sehingga, banyak orang tua siswa yang terpaksa menunggu dan memantau anaknya belajar.

 

EKO WIDIANTO