Surakarta Pangkas Jumlah Reklame di Jalan Protokol

TEMPO Interaktif, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta tidak akan memperpanjang kontrak beberapa titik reklame di jalan protokol. "Kami akan mengedepankan aspek estetika," kata Walikota Surakarta Joko Widodo.

Ia  belum mau  mengungkapkan berapa banyak reklame di jalan protokol yang bakal dibongkar. Menurut Joko, saat ini pemerintah kota sedang menyusun grand desain penataan reklame. Dalam grand desain itu, Pemerintah Surakarta akan meminimalisasi jumlah reklame yang berada di ruas jalan protokol, terutama di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Ir Sutami. "Jumlah yang harus dibongkar sedang dihitung," katanya. Ia mengakui, reklame merupakan penyumbang pendapatan asli daerah yang cukup besar.  

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Surakarta, Anung Indro Susanto mengatakan jika target pendapatan dari sektor reklame pada 2010 mendatang mencapai Rp 4,5 miliar. "Kami  akan memacu pendapatan dari lokasi lain," katanya.

Reklame yang saat ini dibongkar, kata Anung, memiliki potensi pendapatan hingga Rp 500 juta per tiga tahun. "Jika  dilelang pasti banyak yang berminat,"ujarnya.  Saat ini,  banyak pihak yang mengajukan izin untuk membuat reklame dalam bentuk yang sama. "Tapi selalu kami tolak," katanya.

AHMAD RAFIQ