Rekaman Pembicaraan Antasari-Sigid Haryo Telah Direncanakan

TEMPO Interaktif, Jakarta -Saksi sidang kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Banjaran, Karno mengatakan bahwa perekaman pembicaraan antara Antasari Azhar dan majikannya Sigid Hartyo Wibisono sudah direncanakan.

"No (Karno), Pak Antasari mau datang tolong bantu alat perekam. Nyalakan!" ungkap Karno mengutip perintah sekretaris majikannya Setio Wahyudi. Hal tersebut diungkap Karno dalam kesaksiannya di sidang Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/11).

Menurut Karno, ada dua alat perekam yang digunakan. Satu perekam diletakkan di bawah meja, dan satu lagi di dekat televisi, di ruang kerja Sigid di Jalan Pati Unus Nomor 35 Jakarta. "Saya (menyalakan perekam) yang dekat televisi," ujar Karno.

Sedangkan Wahyudi menyalakan rekaman yang ada di bawah meja. Perekaman itu dilakukan pada pertemuan Antasari dan Sigid pada Januari 2009 lalu.

Dari keterangan Karno, kuasa hukum Antasari menduga ada kesengajaan Sigid dalam merekam pertemuan itu. "Apa tujuan melakukan perekaman? Motifnya apa, di dalam perekamanan itu," ujar kuasa hukum Antasari, Juniver Girsang.

Menurut Juniver sejak awal Antasari telah dijadikan target dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. "Memang sejak awal, pak Antasari sudah menjadi target oleh orang tertentu," tutur Juniver.

Hari ini kembali digelar sidang Antasari Azhar atas dugaan terlibat dalam pembunuhan Nasrudin dengan agenda kesaksian saksi. Ada sejumlah saksi yang dihadirkan.

Selain Karno yang bersaksi hari ini adalah Triyana pengawal Sigid, Direktur Sumber Daya Manusia harian Rakyat Merdeka, Hasan Mulacela, Fajar Asih Kuncoro ajudan Antasari dan Imam Syafei ajudan Antasari.

Antasari, Sigid dan Williardi Wizar diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap Nasrudin. Nasrudin tewas tertembak mati usai bermain golf di Padang Golf Moderland, Cikokol, Tanggerang, 14 Maret 2009.

AGUNG SEDAYU