AP Photo
Topik
Bintang Asia yang Merumput di Eropa, Ini Dia
TEMPO Interaktif, Jakarta - Federasi Sepak Bola Asia (AFC) kini tengah berdebat soal siapa pemain terbaik Asia tahun ini yang merumput di Eropa. Ini dia:
Takayuki Morimoto, Jepang
Salah satu pilar tim nasional "The Blue Samurai" ini dikenal sebagai pemain yang cepat,kuat, dan langsung menusuk jantung pertahanan lawan. Tak heran pemain yang memperkuat Catania, Italia, ini diandalkan Jepang saat berlaga di Afrika Selatan tahun depan.Park Ji-sung, Korea Selatan
Siapa tak kenal gelandang serang Manchester United ini? Inspirator Korea Selatan dalam babak kualifikasi Piala Dunia ini sangat lincah bermain di poisisinya. "Setan Merah" sangat mengandalkannya. Bahkan Park pernah menyumbangkan gelar juara Liga Premier untuk MU sebanyak tiga kali. Kontraknya akan berakhir 2012.
Tim Cahill, Australia
Sukses Australia melaju ke Afrika Selatan tak lepas dari peran Tim Cahill. Pujaan Everton, Inggris, ini menyumbangkan gol saat the Socceroos ditantang Oman. Posisinya di tengah, namun kemampuannya mencetak gol sangat piawai, sehingga sangat berbahaya bagi pemain lawan jika dia tanpa kawalan ketat.
Javad Nekounam, Iran
Pemain gelandang Osasuna, Spanyol, kerap menymbangkan gol. Dalam musim kompetisi di Spanyol, dia menempati urutan kedua top skor dengan peroleh delapan gol.
Masoud Shojaei, Iran
Selain pernah memiliki Nekounam, kini Osasuna diperkuat pemain Iran Massoud Shojaei. Pemain 25 tahun ini menyumbangkan satu goal saat Osasuna menumbangkan Athletico Madrid 4-2.
Keisuke Honda, Jepang
Bintang gemerlapnya tak hanya jadi pembicaraan di tanah kelahirannya, Jepang, melainkan juga di negeri Kincir Angin, Belanda. Penampilan apik Keisuke Honda di VVV Venlo menjadi pembicaraan sejumlah klub besar di Eropa. Dia bermain di Belanda sejak musim kompetisi 2008/09 telah menyumbangkan 16 gol. Rata-rata gol tersebut diceploskan di luar kotak pinalti.
Youssef Mohamad, Libanon
Malang melintang bermain di liga Belanda. Setelah memperkuat Roda Antar, FC Cologne, kini pemain29 tahun akan dilamar oleh Hertha Berlin.
Mark Schwarzer, Australia
Edwin Van Der Sar boleh jadi bintang kiper dalam Liga Premier 2008/09, tetapi banyak orang merasa bahwa Mark Schwarzer, kiper jempolan Fulham layak dapat penghargaan. Hampir semua klub elite Inggris, MU, Chelsea, dan Liverpool mengakui kehebatannya. Australia sangat berutang budi terhadap kiper ini sehingga lolos ke Afrika Selatan.
Park Chu-young, Korea Selatan
Andalan Monacao, Perancis, ini memiliki karakter permainan gabungan antara pemain senior Ki Sung-yong dan Lee Chu-yong. Korea Selatan optimis dia bermain cemerlang saat memperkuat di Piala Dunia.
Makoto Hasebe, Jepang
Fantastik, begitu dia dapat julukan. Betapa tidak, selain membawa Jepang ke Afrika Selatan juga membawa klubnya Wolfsburg meraih gelar juara di Bundesliga.
Bermain serba bisa baik sebagai gelandang bertahan juga menjadi pemain belakang. Permainannya berkembang saat merumput di Jerman. "The Blue Samurai" sangat menaruh harapan padanya saat di Afrika Selatan.
GOAL.COM | CHOIRUL