Topik
Bau Hewan Kurban dari Pinggir Jalan Ganggu Pengendara
TEMPO Interaktif, Makassar - Bau menyengat puluhan hewan kurban yang dijual di sepanjang jalur pejalan kaki di Jalan Masjid Raya Makassar, Sabtu (28/11) membuat pengendara motor terganggu. Mereka mengeluhkan sikap pemerintah yang membiarkan para pedagang menjual hewan di sembarang tempat.
"Harusnya pemerintah bisa mengambil langkah tegas," kata Muhammad Hasan, 27 tahun, pengendara motor yang ditemui Tempo di sekitar Jalan Masjid Raya.
Menurut warga Jalan Sabutung ini, jalur pedestrian di Jalan Masjid Raya sudah menjadi tempat penjualan hewan kurban setiap tahun. Warga juga sudah sering mengeluh, tapi pemerintah seakan tidak menggubris.
Tidak hanya menimbulkan aroma menyengat, hewan ternak berupa sapi dan kambing itu juga sering disembelih di sekitar pedestrian. Akibatnya, kerumunan lalat yang muncul dikhawatirkan membawa penyakit ke pemukiman. "Tolonglah ini, harus segera ditindaki," kata pria yang mengaku wiraswasta ini.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Makassar Marimin Tahir yang ditemui Tempo Jumat lalu, mengaku telah menurunkan tim sebanyak 30 orang untuk menertibkan pedagang hewan. Namun, tim tersebut tidak bisa berbuat banyak karena pedagang tetap membandel."Kalau sudah ditertibkan, mereka kembali lagi," kata Marimin di Makassar.
Sepekan terakhir, pejualan hewan kurban di sembarang tempat sudah cukup banyak di Makassar. Aktivitas perdagangan hewan bisa dilihat di beberapa ruas jalan misalnya Jalan AP Pettarani, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Gunung Bawakaraeng, Jalan Masjid Raya, dan Jalan Hertasning.
Para pedagang hewan yang berusaha ditemui di Jalan Masjid Raya enggan memberikan komentar. Mereka memilih diam dan berusaha menghindari Tempo.
TRI SUHARMAN





