Taman Safari Bantah Ada Harimau Putih Terkam Manusia


TEMPO Interaktif, Bogor - Heboh video dua harimau putih (Pantera tigris) menerkam manusia yagn disebut terjadi di Bogor, dibantah oleh Direktur Taman Safari Indonesia, Toni Sumapaw, Sabtu (28/11). Dia menyebutkan video tersebut sama persis dengan kejadian di Singapore Zoo, yang terjadi 11 November 2008.

“Waktu saya lihat videonya di internet, ternyata sama persis. Hanya orang iseng yang menggabungkan video korban yang sedang diidentifikasi. Di Taman Safari, selama ini belum pernah terjadi ada penjaga (keeper) yang diterkam harimau atau sejenisnya. ” jelas Toni Sumapauw kepada Tempo.

Menurut Toni, pihaknya juga pernah membahas kejadian tersebut dengan sesama penggelola konservasi untuk melestarikan satwa-satwa liar dan langka, salah satunya mendiskusikan harimau putih yang menerkam manusia di Singapore Zoo dan di daerah
Sumatra. “Korban adalah karyawan baru asal Sri Lanka yang diduga sakit jiwa sengaja loncat ke kawasan harimau,” ujar dia.

Jika melihat tayangan video, korban bersepatu bot yang diterkam harimau putih berseragam biru. Lokasi kejadian di sebuah kebun binatang yang banyak pepohonan, sedangkan di
Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor, harimau putih ditempatkan dengan latar belakang bangunan mirip Taj Mahal India. Selain itu, setiap penjaga (keeper) binatang selalu memakai seragam hijau.

Penelusuran Tempo ke warga dan bekas karyawannya di sekitar Taman Safari juga tidak pernah mendengar kejadian harimau putih menerkam pawangnya. “Kalau luka karena dicakar saat atraksi pernah, tapi tidak parah itu biasa,” tutur bekas karyawati Taman Safari yang tidak mau disebutkan namanya.

Dadang, warga Cibeureum yang setiap hari mangkal di Pertigaan Taman Safari, juga mengaku belum pernah mendengar kejadian itu. “Di sini mah pak kalau ada pencurian saja informasinya menyebar kemana-mana,” ujar Dadang.

Melihat tayangan video yang dihebohkan ternyata sama persis dengan kejadian di Singapore Zoo yang dirilis di Youtube bulan November 2008. Video ini berakhir pada adegan dilarangnya orang yang melihat kejadian ini oleh seorang yang membawa handy talki. Namun tayangan yang beredar baru-baru ini ditambah polisi sedang mengidentifikasi korban.

DEFFAN PURNAMA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X