Topik
PAD Susut, APBD Sumenep 2010 Turun
TEMPO Interaktif, Sumenep - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tahun 2010 dipastikan menurun dibanding tahun 2009.
Dalam draf rancangan APBD 2010 dana yang diajukan Rp 905 miliar, lebih kecil dibanding tahun ini sebesar Rp 967 miliar.
Anggota Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumenep, Nur Asur, mengatakan penurunan itu salah satunya disebabkan mengecilnya pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini. "Penurunan sampai Rp 300 miliaran," katanya, Minggu (29/11).
Menurut dia, penopang utama pendapatan Kabupaten Sumenep terbesar berasal dari pajak mencapai 60 persen, sementara potensi pendapatan lainnya, seperti dari dunia pariwisata baik wisata alam dan religi belum tergarap maksimal. "Banyak yang harus dievaluasi dan ditingkatkan," ujarnya.
Selain PAD, kata Nur Asur, dana bagi hasil migas yang diperoleh Kabupaten Sumenep dari tahun ke tahun terus menurun. Contohnya, dana comunity development dari PT Kangean Energi Indonesia (KEI) tahun ini hanya Rp 2 miliar, padahal biasanya mencapai Rp 5 miliar.
PT KEI beralasan, penurunan dana Comdev tersebut karena produksi minyak dan gas mereka berkurang signifikan. "Kami tidak percaya alasan itu," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
Nur Asur menambahkan, penurunan APBD itu akan menghambat pembangunan dan pelaksanaan kegiatan di tiap satuan kerja pemerintah. "Sampai sekarang program Jamkesda tidak jalan, padahal ini penting," katanya.
MUSTHOFA BISRI