Pejabat Ramai-ramai Titipkan Anaknya Rekrutmen Pegawai Negeri

TEMPO Interaktif, Surabaya - Banyak anak pejabat dititipkan dalam rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Saya akui banyak yang titip, setidaknya ada enam pejabat," ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jatim, Akmal Boedianto, Senin (30/11).

Enam pejabat ini, menurut Akmal adalah, Sekdaprov Rasiyo, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Siswanto, Kabiro Kerjasama Saiful, Kadispenda Made Sutarya, dan Kepala Inspektorat Mulyadi. "Satunya lagi saya lupa," tukas dia.

Meski berusaha menitipkan anaknya, namun Akmal menjamin rekrutmen CPNS kali ini murni dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Buktinya ? "Dari enam anak pejabat itu tidak ada yang lolos, semua gagal," terang Akmal.

Sementara itu, rekrutmen CPNS kali ini setidaknya terdapat 1.4459 pendaftar melalui internet dan 6.757 pendaftar yang mengirimkan berkasnya ke kantor Badan Kepegawaian Daerah. Dari jumlah ini, hanya 5.809 yang penuhi syarat administrasi.

Setelah dilakukan tes tulis pada 21 November 2009, terdapat 213 pendaftar yang dinyatakan lolos sebagai CPNS. "Formasinya ada 266, sehingga ada 53 formasi yang tidak terisi," kata Akmal.

Formasi yang tidak terisi mayoritas adalah formasi pada tenaga kesehatan khususnya tenaga kesehatan dokter spesialis. Tenaga dokter spesialis jiwa misalnya, dari empat orang yang dibutuhkan ternyata hanya satu yang mendaftar.

Akmal menduga, ada dua sebab para dokter enggan mendaftar yaitu karena faktor gaji serta faktor usia. "Mungkin lebih besar gaji buka praktek ketimbang PNS dan dokter spesialis mayoritas kan tua," tuturnya.

Yang pasti, Akmal menjamin rekutmen kali ini bebas dari interfensi dan kepentingan manapun. Bahkan, dirinya sendiri mengaku tidak tahu menau isi tes CPNS.

Sementara itu, Hari Budi Nugroho dari Pusat Komunikasi Institut Teknologi Surabaya yang juga tim rekrutmen mengatakan, untuk kerahasiaan, setidaknya hanya ada 12 orang yang bisa masuk ruangan penyimpanan arsip yaitu enam orang polisi dan enam orang panitia. "Ini memang rahasia, Pak Sekda saja tidak boleh masuk," kata dia.


FATKHURROHMAN TAUFIQ