Berita Terkait
- Tahun Depan, Kabupaten Tangerang Bangun Empat Megaproyek
- Ricuh, Lelang Proyek Pembangunan Kabupaten Tangerang Ditunda
- Ada 12 Kontraktor Jalan di NTB Harus Mengembalikan Rp 2,4 Miliar
- Pemkot Malang Mendenda ke Pelaksana Proyek Renovasi Stadion Gajahyana
- Kementerian Pekerjaan Umum Sudah Lelang 500 Proyek
Topik
Presiden Resmikan Tiga Proyek Telekomunikasi dan Informatika
TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan tiga proyek besar di sektor telekomunikasi dan informatika, yaitu pembangunan Palapa Ring, pengoperasian program Desa Berdering dan sejumlah proyek infrastruktur telekomunikasi.
Presiden manyatakan seluruh pimpinan dunia telah bersepakat untuk bersama-sama membangun tatanan perekonomian dunia yang lebih baik dan adil. Salah satu yang harus dibangunan adalah keterhubungan (connectivity) antara satu negara dan negara yang lain.
"Agar semua negara mendapat peluang yang lebih besar lagi, dengan peluang itu diharapkan bisa membangun perekonomian menjadi lebih baik lagi," katanya dalam sambutan saat meresmikan ketiga proyek tersebut di Istana Negara, Senin (30/11).
Keterhubungan yang dimaksud adalah selain melalui media transportasi darat, laut, udara, juga melalui media telekomunikasi. Untuk itulah sejumlah proyek infrastruktur tersebut dibangun agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.
Selain keterhubungan dengan negara lain, Presiden juga menekankan pentingnya keterhubungan antardaerah. "Bagi saya, bagi pemerintah, domestic connectivity justru lebih penting atau sangat penting," katanya.
Seluruh daerah di Indonesia, katanya, harus terhubung dengan baik tanpa kecuali. "Kita tidak ingin yang dapat peluang hanya yang terhubung itu saja, sedangkan daerah/ provinsi/pulau yang tidak terhubung lantas tidak maju, tertinggal dari daerah lain."
Proyek Palapa Ring dimulai dengan pembangunan fisik program penggelaran fiber optik yang akan menghubungkan Mataram hingga Kupang. Ini merupakan program Palapa Ring untuk sektor selatan Indonesia bagian timur yang sepenuhnya dibiayai oleh PT Telkom.
Ini mencakup pembangunan segmen fiber optic darat (inland cable) maupun bawah laut (submarine cable) yang direncanakan selesai akhir bulan November 2010.
Daerah yang akan dilewati adalah Mataram-Kawinda Nae sepanjang 292,3 kilometer, Kawinda Nae-Raba sepanjang 142,5 kilometer, Raba-Waingapu sejauh 307,5 kilometer, Waingapu-Ende 210,1 kilometer dan Ende-Kupang 285,4 kilometer.
Pada saat yang bersamaan, Presiden juga akan meresmikan beroperasinya program telepon berdering. Program ini merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah untuk memperkecil kesenjangan informasi.
Dengan program ini, diharapkan dalam waktu dekat sekitar 25 ribu desa di seluruh Indonesia pada akhir Januari 2009 atau 31.824 desa pada akhir tahun 2010 dapat terakses telekomunikasi.
Selain kedua program unggulan Departemen Komunikasi dan Informatika itu, Presiden juga meresmikan sejumlah infrastruktur telekomunikasi, di antaranya backbone fiber optic Sulawesi-Kalimantan, backbone fiber optic Sumatera, jaringan transport IP, backbone fiber optic Batam SIngapore Cable System dan pembangunan jaringan Asia-America gateway dengan kapasitas 40 Gbps.
Dalam peresmian tersebut, Presiden juga melakukan hubungan dengan video conference yang akan menghubungkan Presiden dengan Menkominfo Tifatul Sembiring dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Madjdi serta dua perwakilan warga di NTB dan Kalimantan Barat.
GUNANTO E S





