Infografis
Raden Pardede Jumpai Boediono Antisipasi Krisis Dubai
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pakar ekonomi, Raden Pardede, memberikan pertimbangan kepada Wakil Presiden Boediono soal krisis Dubai World yang mengguncangkan pasar finansial. Menurut dia, perlu sejumlah antisipasi pemerintah atas hal itu. "Tentu akan mempengaruhi terhadap surat utang kita," katanya di kantor Wakil Presiden, Jakarta Senin (30/11).
Krisis Dubai World, kata dia, telah mendampak pada bursa saham seluruh dunia dan Credit Default Swap juga meloncat cukup tinggi. Untung saja pada akhir pekan lalu bursa efek Jakarta tidak beroperasi sehingga belum berdampak. "Ini yang kita bicarakan, perlu waspada terhadap perubahan di dunia yang sangat cepat sekali, terutama sektor keuangan," ujarnya.
Dia mengkhawatirkan dampak negatif pada Surat Utang Negara. Dia mencontohkan, saat negara ini butuh refinancing (pembiayaan kembali). Diperkirakan suku bunga akan naik sehingga kewajiban yang dibayar pemerintah akan lebih besar. "Jangan-jangan ada kesulitan likuiditas di pasar. Sehingga tidak ada yang beli. Itu harus diantisipasi," ucapnya.
Perusahaan investasi Dubai World yang dimiliki pemerintah Dubai, mengalami potensi gagal bayar atas kewajibannya US$ 80 miliar kepada sejumlah lembaga kredit multilateral. Perusahaan yang menjadi induk dari sejumlah perusahaan di bidang logistik, properti, investasi, dan jasa keuangan ini meminta penangguhan pembayaran selama enam bulan hingga Mei 2009. Alhasil, lembaga kredit menurunkan peringkat utang perusahaan-perusahaan di Dubai.
Krisis keuangan di kawasan Timur Tengah itu dikhawatirkan bakal mempengaruhi rencana investasi Indonesia. Krisis global setahun terakhir yang berawal dari Amerika Serikat dan merembet ke Eropa menyebabkan pemerintah mengalihkan target investasi ke negara-negara Timur Tengah yang diperkirakan memiliki dana besar pasca melambungnya harga minyak mentah dunia tahun lalu.
EKO ARI WIBOWO
Web via