foto

AP Photo/Kamran Jebreili

Ekspos Krisis Dubai Tak Signifikan

TEMPO Interaktif, Jakarta -Kepala Ekonom Danamon Anton Gunawan memprediksi eksposur (daya jangkau) krisis Dubai ke Indonesia tak signifikan. Investor lebih memantau perkembangan sektor properti di Cina dan Vietnam, karena relatif rentan terhadap situasi ekonomi.

Untuk Indonesia, Anton meminta pasar mewaspadai pasar keuangan pada pembukaan bursa setelah libur akhir pekan. "Kemungkinan besar akan ada dampak negatif, walau langkah yang akan diambil oleh Abu Dhabi secara selektif menolong Dubai World," kata dia kepada Tempo.

Namun pengaruh krisis terhadap pengiriman jarak jauh (remittance) tak akan besar, karena jumlah remittance Indonesia yang tak banyak. Hal itu berbeda dengan India, Filipina, Jepang, Amerika, dan Eropa yang memiliki remittance dalam jumlah yang lumayan besar.

Dia melanjutkan, meski tak besar, Indonesia akan terimbas kenaikan tingkat risk aversion. Credit Default Swap negara berkembang kemungkinan juga akan naik akibat krisis Dubai. "Imbas krisis juga bisa terjadi pada harga saham perusahaan Indonesia yang terdapat kepemilikan Uni Emirat Arab," ujarnya.

Dubai World, perusahaan properti terbesar di Dubai, menyatakan krisis utang US$ 59 miliar. Perusahaan milik pemerintah itu meminta perpanjangan pembayaran utang jatuh tempo hingga 30 May 2010.

RIEKA RAHADIANA