BUMN: 11 Sektor "Go Regional"

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Negara BUMN akan mendorong 11 sektor usaha BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk menembus pasar regional Asia. Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar menjelaskan pihaknya tak memasang target untuk program itu. "Tergantung kesiapan masing-masing korporasi," ujar Mustafa di kantornya seusai mengikuti rapat di Istana Negara, Senin (30/11).

Sebelum menembus pasar regional, ia melanjutkan,  perusahaan-perusahaan ini harus menunjukkan kinerja yang baik. "Bila bagus akan kami dorong untuk lingkup global," ucap dia. Kesempatan ini, lanjutnya, terbuka untuk semua perusahaan BUMN baik terbuka maupun tertutup.

Kesebelas sektor yang akan menjadi kelas regional seperti perbankan (Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia), jasa kosntruksi (Wijaya Karya, Adhi Karya, dan Pembangunan Perumahan), perkebunan (PTPN III dan IV), penerbangan (Garuda Indonesia), energi (Pertamina), serta telekomunikasi (Telkom).

Selain itu, perusahaan tambang Timah, Bukit Asam, dan Antam juga masuk ke dalamnya. PT Semen Gresik akan mewakili sektor semen, dan PT Pusri Holding untuk sektor pupuk. Jasa Marga juga tak ketinggalan akan didorong menembus pasar regional. Industri strategis seperti Dirgantara Indonesia, Pindad, dan PAL akan mewakili sektor industri strategis.

RIEKA RAHADIANA