Topik
Kenaikan Tarif Tol Dongkrak Pendapatan CMNP
TEMPO Interaktif, Jakarta - Karena kondisi perseroan dinilai baik, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menargetkan pendapatan kosolidasi sebesar Rp 630 miliar hingga akhir 2009 atau naik 10 persen dibandingkan 2008 yang mencapai Rp 568,9 miliar.
“Perkiraan pendapatan tersebut karena dalam kondisi volume jalan tol dalam kota Jakarta (Jakarta Inter Urban Tollway) relatif stabil, kontribusi kenaikan tarif tol pada akhir September 2009 dan realisasi volume jalan tol Waru-Juanda Surabaya menjadi kontribusi yang besar,” kata Direktur Utama CMNP Shadik Wahono, Senin (30/11).
Perseroan juga memperkirakan akan terjadi peningkatan laba bersih 88,9 persen pada 2009 yaitu menjadi Rp136 miliar bila dibanding dengan periode yang sama 2008 yang sebesar Rp 72 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut akan didukung oleh berjalannya proses restrukturiasi utang anak usaha perseroan, Citra Margatama Surabaya (CMS) dengan Bank Mega.
Dengan kesepakatan restrukturisasi utang CMS kepada Bank Mega, beban pembayaran bunga dan pokok pinjaman akan menjadi lebih rendah dan terkendali. Pendapatan CMS dari volume lalu lintas di tol Juanda-Waru yang saat ini mencapai 19 ribu kendaraan per hari cukup untuk membayar bunga pinjaman.
Menurut Fernando Sitohang, Direktur Pengembangan Usaha CMNP, perseroan juga merupakan pemegang saham PT Citra Waspphutowa sebesar 62,5 persen. Citra Waspphutowa merupakan investor jalan tol Depok-Antasari. “Dengan komitmen pinjaman dari sindikasi bank telah tersedia dana sebesar Rp 1,8 triliun untuk melanjutkan proyek jalan tol Depok-Antasari,” kata dia.
Namun, saat ini ada kendala besar dalam realisasi jalan tol tersebut. Sebab untuk pembebasan tanah yang terkena proyek dana yang diperlukan melambung hingga tiga kali lipat dari yang direncanakan. Bahkan, kata dia, harga tanah yang akan dibebaskan sudah melebihi land capping yang disediakan pemerintah. Sedangkan biaya konstruksi naik 1,5 kali lipat.
“Kami mendukung pemerintah untuk menghilangkan sumbatan investasi jalan tol, termasuk risk sharing yang proporsional antara pemerintah dan badan usaha, untuk pembebasan lahan sebaiknya pemerintah yang melakukannya,” kata Fernando.
MUH SYAIFULLAH