Topik
Yudhoyono: Aliran Century 100 Persen Tidak Benar
TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku prihatin dengan beredarnya berbagai isu yang dinilainya tidak benar terkait dengan kasus Bank Century. Presiden menilai berita tentang aliran dana Bank Century terhadap tim kampanyenya yang sudah beredar secara terbuka sebagai fitnah.
"Saya nilai itu sebagai fitnah, berita yang tidak berlandaskan pada kebenaran dan menurut saya, berita itu sudah keterlaluan," katanya dalam sambutan di Puncak Perayaan Peringatan Hari Guru Nasional dan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia ke 64 di Gedung Tenis Indoor Senayan, Selasa (01/12)..
Berita tersebut, kata dia, menyatakan ada aliran dana dari Bank Century kepada tim kampanye SBY -Boediono dalam jumlah yang besar. "Saudara-saudara, di hadapan Allah SWT, pada kesempatan yang baik ini, di forum pendidik yang mulia ini yang memiliki perasaan, nurani dan akal pikiran, saya ingin menyampaikan bahwa berita itu 100 persen tidak benar," kata Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.
DItegaskanya, tuduhan itu tidak benar. Ia pun mempersilakan masyarakat untuk mengecek tentang kebenaran dari berita itu. "Tentu berita atau fitnah yang luar biasa itu perlu diselesaikan agar keadilan tegak di negeri ini," katanya.
Menurut Presiden, mereka yang dicemarkan nama baiknya di depan jutaan rakyat dan memberikan beban pada keluarga, tentu memiliki hak untuk mendapatkan keadilan. "Negara kita negara hukum, oleh karena itu kita berikan ruang kepada mereka untuk mendapatkan keadilan yang sejati," katanya.
Presiden menilai sebenranya Indonesia tengah tumbuh politik yang semakin bermartabat, sebagai cerminan dari demokrasi yang makin matang. Namun, tiba-tiba beberapa waktu terakhir ini muncul politik penuh dengan penuh intrik, fitnah dan pembunuhan karakter. "Saya harus mengatakan, keadilan bisa terinjak, demokrasi bisa rusak, peradaban kita bisa tercemar," katanya.
Untuk itu, melalui forum yang dihadiri oleh sekitar 2.000 guru dari berbagai daerah itu ia mengajak rakyat Indonesia untuk membangun politik yang baik. "Politik yang ksatria dan politik yang sportif, mari kita bangun politik yang tidak menghalalkan segala cara dan politik yang mendidik rakyat kita," katanya.
Di hadapan para guru, Presiden mengajak untuk membangun politik yang mendidik disertai dengan moral dan etika yang baik. "Kebenaran dan keadilan akan datang, barangkali terlambat, tapi insyaAllah akan datang karena itu kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa," katanya.
Terhadap kasus Bank Century itu sendiri, Presiden menghimbau untuk memberikan kesempatan kepada DPR melalui hak angketnya yang tengah bergulir saat ini. "Silahkan nanti diikuti oleh rakyat indonesia secara terbuka apakah benar-benar ada kejahatan dan apakah ada korupsi dalam penanganan kasus Bank Century," katanya.
Menurutnya, ciri-ciri pemerintahan yang baik dalam arti yang luas adalah keterbukaan. Jadi, kata dia, biarkan rakyat mengikuti semuanya secara gamblang. "Oleh karena itu, proses untuk membikin terang kasus itu bisa dijalankan dengan seksama dengan demikian rakyat kita mendapatkan informasi yang benar, bukan yang tidak benar," katanya.
GUNANTO E S






Web via