Topik
Pasien Diare dan Demam Berdarah Meningkat
TEMPO Interaktif, Makassar - Jumlah pasien diare dan demam berdarah semakin meningkat di Rumah sakit Labuang Baji sejak mulainya musim pancaroba ini. Data pasien diare dari bulan Oktober tercatat 106 orang, dua di antaranya meninggal dunia. Sedang pasien demam berdarah berjumlah 29 orang, dua di antaranya meninggal dunia.
Padahal data untuk bulan September, pasien diare berjumlah 76 orang, satu di antaranya meninggal dunia. Sedangkan pasien demam berdarah berjumlah 18 orang. Data bulan November, pasien diare semakin meningkat yaitu sebanyak 111 orang. Terdiri dari orang dewasa sebanyak 12 orang, dan anak-anak 99 orang. Sedangkan pasien demam berdarah sebanyak 29 orang,terdiri dari anak-anak 21 orang dan delapan orang dewasa.
Salah seorang pasien penyakit diare bernama Reski Islami Pasha berusia setahun terkena diare akibat pengaruh makanan yang ia konsumsi. “Ia sering makan super bubur, padahal itu dilarang dokter untuk anak seusianya,” ujar ibunya yang bernama Sukawati.
Selain itu, menurut Sukawati, yang menyebabkan anaknya sakit karena pengaruh angin malam di peralihan musim kemarau ke musim hujan ini. Reski dirawat sejak lima hari yang lalu di rumah sakit itu. Dinas Kesehatan Makassar mengantisipasi penyakit diare ini dengan mengkampanyekan gerakan cuci tangan pakai sabun.
Untuk pencegahan demam berdarah, Kepala Dinas Kesehatan Naisyah Tun Azikin, menghimbau masyarakat untuk rajin menjaga kebersihan diri dan lingkungan. "Jumlah pasien demam berdarah memang meningkat di saat masuk musim hujan. Meski tahun ini sebenarnya berkurang dari tahun lalu,” ujar Naisyah. Data pasien DBD tahunlalu 262, tahun ini hingga bulan Oktober mencapai 233. “Ini tergantung kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” lanjut Naisyah.
Dinas Kesehatan telah menyediakan bubuk abate di setiap puskesmas untuk diberikan gratis ke masyarakat. Selain itu, program sosialisasi pencegahan demam berdarah melalui program 3M terus disosialisasikan.
SUKMAWATI





