TEMPO/Ken Arini Y
Topik
Ada 30 Orang Periksa di Tempat
TEMPO Interaktif, Jakarta - 2/11
Jumlah penderita kanker serviks atau kanker mulut rahim semakin meningkat. Menurut data Yayasan Kanker Indonesia, setiap hari ada 41 kasus baru ditemukan dan 20 orang penderita meninggal dunia tiap hari di Indonesia. Kanker serviks adalah jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan setelah kanker payudara, dan dapat menyebabkan kematian. Kanker leher rahim sebenarnya dapat dideteksi dan dicegah.
Karena itulah Bank BNI cabang Jatinegara bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia cabang Jakarta rajin berkampanye mencegah meluasnya kanker tersebut. Rabu (2/12) sore di gedung Bhara Sasana Karya, Induk Koperasi Polisi, Jalan Tambak Jakarta Pusat kampanye dimulai. Puluhan perempuan hadir mendengarkan penjelasan dokter Josep Zgodho, mengenai kanker serviks dan pencegahannya.
Dokter Joseph mengiingatkan agar para perempuan hati-hati jika sering mengalami nyeri di sekitar pinggul, pendarahan pada vagina yang tidak normal, dan mengalami vaginal discharge atau keputihan seperti nanah dan berbau. “Jika mengalami gejala demikian, jangan menunda lagi untuk memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi Anda menderita kanker serviks, ”katanya.
Salah satu cara pemeriksaan untuk mengetahuinya, menurut Yati Sumiyati peneliti dari Laboratorium Prodia dengan cara pemeriksaan pap smear berkala, pengambilan sel dari leher rahim untuk diperiksa di laboratorium, untuk mengetahui adanya kelainan sel. Pemeriksaan pap smear ini, menurutnya, sebaiknya dilakukan oleh perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual. "Meskipun sudah pernah imunisasi dianjurkan agar tetap tes paps smear. Karena pemeriksaan ini dimulai ketika seorang wanita mulai aktif berhubungan seks,"ujarnya.
Untuk memudahkan masyarakat, menurut Yati, pemeriksa bisa datang ke tempat. “Ada 30 orang yang mau dites paps smear, kami yang datang,”ujarnya. (AT)






Web via