Topik
Infografis
Boediono Minta Kredit Infrastruktur Diprioritaskan
TEMPO Interaktif, Jakarta -Wakil Presiden Boediono meminta kredit untuk bidang infrastruktur dan transportasi menjadi prioritas. Hal itu disampaikan dalam audiensi Wakil Presiden dengan Dewan Gubernur Bank Indonesia.
"Beliau menekankan pentingnya kredit untuk infrastruktur kedepan, tidak hanya untuk memperlancar infrastruktur, tetapi sekaligus meningkatkan efisiensi perekonomian nasional," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Darmin Nasution yang didampingi Deputi Gubernur Muliaman D Hadad, dan Deputi Gubernur Hartadi A Sarwono di Istana Wakil Presiden, Rabu (2/12).
Darmin menambahkan, dengan pembangunan infrastuktur yang memadai, inflasi bisa ditekan. Dengan kondisi saat ini ketimpangan terjadi, contohnya harga semen di Jakarta Rp 70.000 per sak, sedangkan di Jayapura sampai Rp 1,2 juta per sak. "Itu membuktikan kelemahan dari infrastruktur kita," katanya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad menperkirakan kredit tumbuh 15-20 persen pada tahun depan bisa tercapai, tetapi hal itu tergantung pertumbuhan ekonomi bisa terjadi. Namun menurut Muliaman, hal itu juga tergantung recovery global.
"Diharapkan 2010 lebih bagus dari sekarang. BI akan memantau intermediasi, termasuk pembelian data dan informasi sektor yang belum diketahui perbankan. Sektor-sektor apa yang bisa memfasilitasi," katanya. Muliaman mengaku akan memantau secara lebih dekat rencana bisnis bank kepada Bank Indonesia. Pada Januari biasanya bank-bank baru menyampaikan rencana bisnis.
Sementara tahun ini, pertumbuhan kredit lebih rendah dari yang ditargetkan 15 persen. Hingga kini pertumbuhan kredit diperkirakan baru 10 persen. Hal itu, kata Muliaman, akan diteliti lebih detil ini terjadi apakah karena turunnya kredit valas.
Namun kegiatan ekonomi berbasis rupiah berjalan cukup tinggi. Sejumlah sektor memiliki penyerapan kredit yang cukup baik seperti sektor pertanian, komunikasi, transportasi, dan listrik. "Sektor-sektor yang masih menikmati kredit tinggi adalah yang menyerap target tenaga kerja," katanya.
Menurut Darmin, tingkat suku bunga deposito satu bulan sudah turun cukup besar hingga 320 basis poin jika dibandingkan akhir tahun lalu. Sedangkan BI rate turunnya 275 basis poin sejak akhir tahun lalu. "Sehingga tingkat bunga deposito turunnya sudah besar walaupun untuk suku bunga kredit (turunnya) masih sedikit lebih lambat," katanya.
EKO ARI WIBOWO