Infografis
Wimar Witoelar Yakin Sri MulyanI Tak Bersalah
TEMPO Interaktif, Jakarta -Pakar komunikasi dan mantan juru bicara Presiden era pemerintahan Abdurrahman Wahid, Wimar Witoelar merasa yakin Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati tak bersalah dalam kasus Bank Century. Dia mengenal Sri Mulyani bukan hanya sebagai menteri keuangan melainkan juga sebagai kekuatan reformasi pemerintah selama ini.
“Saya senang ada panitia angket, supaya menjaga agar kasus ini tidak digiring ke arah tertentu, dan kelihatan siapa yang berbuat jahat. Secara pribadi saya merasa orang dalam gedung ini bukan yang berbuat jahat,” kata Wimar di Departemen Keuangan, Kamis (3/12).
Wimar datang ke Departemen Keuangan didampingi beberapa stafnya sekitar pukul 16.00 WIB menemui Sri Mulyani. Dia mengaku sejak dahulu mendukung Sri Mulyani. Oleh sebab itu, dia datang menemui Sri untuk memperoleh fakta terkait kasus Bank Century. “Karena saya sering berhubungan dengan orang dan sebagian punya salah persepsi atau digiring persepsinya,” ujarnya.
Wimar mengakui banyaknya kemungkinan unsur kejahatan Bank Century. Tapi, dia berharap kasus Bank Century tak melulu dipersoalkan berdasarkan praduga. Apalagi, jika praduga itu ditujukan kepada pejabat yang sangat diperlukan untuk melanjutkan tugasnya membangun reformasi.
Dia merasa upaya untuk menggiring opini masyarakat dalam kasus ini sangat kuat sehingga menyebabkan kerancuan. Dia menduga upaya itu dilakukan pihak kepentingan tertentu. Padahal, menurut Wimar, masalah Bank Century sudah sangat jelas, yakni aspek pencegahan dari kerusakan sistemik perekonomian dan adanya dugaan pernjarahan.
Layaknya pemadam kebakaran, dia menganalogikan seorang Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia bertugas memadamkan kebakaran. “Tapi dia tak punya wewenang untuk menangkap orang-orang yang menjarah di tengah kebakaran itu,” katanya.
Oleh sebab itu, sejak awal dia menilai Komite Stabilitas Sistem Keuangan bekerja demi stabilitas sistem keuangan. Pada saat itu, kata dia, Bank Century berpotensi menjadi sumber risiko sistemik bagi perekonomian. “Saya percaya, termasuk orang-orang yang sekarang mengkritik pada waktu itu juga tidak ada yang menpersoalkan,” katanya.
AGOENG WIJAYA
Web via