Topik
Infografis
FIFA Tolak Ide Tambahan Wasit di Piala Dunia
TEMPO Interaktif,Cape Town:Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) menolak ide untuk memperkenalkan penerapan teknologi penyanagan ulang video maupun tambahan wasit di belakang gawang pada putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Juni mendatang.
Bos FIFA, Sepp Blater mengatakan bahwa pertanyaan untuk menambahkan dua ofisial pertandingan untuk mengamati aksi di dan sekitar kotak terlarang telah didiskusikan dalam pertemuan luar biasa anggota eksekutif FIFA. Namun otoritas kulit bundar itu memilih untuk mempertahankan sistem yang telah ada.
“Kami telah memutuskan bahwa pada putaran final Piala Dunia 2010, tidak akan ada perubahan dalam soal perwasitan. Kami masih akan menerapkan satu wasit dan dua asisten wasit,” tegas Blatter, Rabu (3/12).
Dalam pertemuan anggota eksekutif, materi yang ditolak adalah pengenalan tayangan teknologi video untuk membantu wasit. Sistem ini sama dengan yang telah digunakan dalam cabang olahraga rugby, kriket, dan tenis.
Keputusan yang diambil FIFA menyusul kemarahan dari aksi handball Thierry Henry yang meloloskan Prancis ke Afsel pada playoff PD 2010 melawan Irlandia bulan lalu.
Pelanggaran yang dilakukan Henry terlihat jelas para pemain Irlandia maupun Prancis yang berdiri didekat penyerang Barcelona tersebut. Itu sebelum mantan pilar Arsenal itu memberi operan kepada William Gallas yang mengemas gol penyama 1-1 dari tayangan ulang video. Namun wasit Swedia Martin Hansson memilih untuk mensahkan gol bek Arsenal tersebut.
Jagat sepak bola dunia dibuat marah terkait ketidakadilan pada hasil laga antara Prancis dan Irlandia. Tekanan pun terus menguat kepada FIFA di mana Blatter langsung meminta diadakannya pertemuan luar biasa anggota eksekutif untuk mendiskusikan masalah ini jelang pengundian babak yang akan digelar Jumat (4/12).
Blatter menegaskan meski pihaknya telah mendiskusikan kini bukan waktu yang tepat untuk menerapkan sistem penayangan video dan dua ofisial pertandingan. Itu lantaran hanya tersisa enam bulan sebelum digelarnya putaran final di Afsel.
“Kami sedang berada dalam persimpangan untuk menentukan masa depan wasit karena tekanan dalam pertandingan sepak bola. Mustahil bagi seorang wasit untuk melihat segalanya,” tegas Blatter.
“Apakah lebih baik menerapkan lebih banyak wasit atau asisten seperti ekseperimen di Liga Eropa tahun ini?
“Kami telah menentukan untuk membuat komite, komite medis, teknis untuk memikirkan tentang persoalan ini,” Blatter menjelaskan.
Blatter sendiri menolak diberlakukannya tayangan ulang video sampai penggunaan wasit tambahan di Piala Dunia. Namun di lain pihak keputusan FIFA diyakini akan membuat marah publik yang mempercayai aksi otoritas sepak bola justru bertolak belakang dengan yang telah dilakukan pada cabang olahraga lainnya.
AP | BAGUS WIJANARKO