Puluhan Unggas Di Bojonegoro Ditemukan Mati Mendadak

TEMPO Interaktif, Bojonegoro - Sekitar 70 ayam dan bebek milik warga Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kota Bojonegoro, mati mendadak. Diduga ternak ini terkena virus flu burung.

Ayam dan bebek milik Romadon, warga jalan Dewi Sartika, Kelurahan Kadipaten itu mati mendadak dalam jangka waktu lima hari terakhir. Begitupun unggas milik tetangganya. Kematian itu kemudian dilaporkan ke petugas Dinas Perikanan dan Peternakan. Petugas, kemudian melakukan pemusnahan dengan cara membakar dan menguburnya. "Cepat sekali matinya unggas kami,” ujarnya di rumahnya, Minggu (6/12).

Selain itu, areal di sekitar rumah Romadon, juga dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Ratusan unggas juga disuntik untuk mencegah penularan penyakit ternak tersebut. Tercatat unggas milik Romadon yang mati berjumlah 61 ekor, terdiri dari 57 bebek dan tujuh ayam. Jumlah itu belum termasuk unggas milik tetangganya yang juga mati.

"Kami sedang membahas masalah ini,"kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Bojonegoro, Mulyono Kamsuri.

Untuk mencegah terjadinya penularan, instansi itu telah melokalisir keluar-masuk unggas di perkampungan padat penduduk ini.

Data di Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro menyebutkan, sebelumnya ada sekitar 100 ekor ayam milik warga RT 12/II Dusun/Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten setempat pada Minggu(24/5) pagi dimusnahkan pihak Dinas Peternakan setempat. Ini menyusul ditemukannya ayam milik Nur Sahid, 29, warga setempat yang positif terjangkit flu burung.

SUJATMIKO