foto

TEMPO/Nickmatulhuda



Afgan Menahan Tangis di Malam Amal untuk Padang  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Penyanyi Afgan Syah Reza tidak bisa menahan haru lebih lama lagi. Air matanya yang sedari tadi berkaca-kaca akhirnya tumpah juga. Ia tidak kuasa menahan emosi melihat Alfatira, 10 tahun, korban gempa Padang hadir sepanggung dengannya.

Betapa tidak menangis, kata Afgan, bocah kelas 4 sekolah dasar itu harus diamputasi kakinya karena remuk tertimpa beton. “Sementara dia menunjukkan ketegarannya di hadapan saya. Saya merasa bukan apa-apanya,” kata Afgan kepada Tempo di Cikini, Jakarta Pusat, semalam (7/12).

Adegan satu babak itu terjadi ketika Afgan tengah menyanyikan lagu kedua berjudul Mencari Jalan-Mu di malam 'Menyeka Air Mata' di Taman Ismail Marzuki. Sebenarnya, ketika menyanyikan lagu pertama berjudul Bukan Cinta Biasa, emosinya masih terkontrol untuk tampil bareng Alfatira. “Tapi saya tadi tidak menangis kok. Hanya berkaca-kaca sedikit,” kilah pelantun Terimakasih Cinta seraya tersenyum.

Bagi cowok kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989, ini, tampil di acara itu begitu mengharukan. Ia berharap semua korban gempa bisa menghadapi dan mengatasi kenyataan yang menimpa mereka. “Sebagai orang berdarah minang, saya juga wajib bantu. Dua minggu setelah ini saya ada rencana ke sana juga,” kata Afgan.

Afgan sendiri punya kenangan indah terhadap Padang. Ia mengaku begitu tergila-gila dengan masakan khasnya seperti rendang atau sambalado. “Tapi sekarang Padang sudah seperti kota mati. Semua tidak ada apa-apanya lagi,” ujar cowok yang telah menginjak usia 20 tahun ini.

MUSTHOLIH