Topik
Infografis
Dua Organisasi Massa Bentrok di Bandung, Puluhan Orang Ditahan
TEMPO Interaktif, Bandung - Dua kelompok massa organisasi kemasyarakatan yang diduga Pemuda Pancasila dan Bandung Fighting Club terlibat tawuran di depan gedung diskotek Caesar Palace, Jalan Braga, Bandung, Senin (07/12) malam sekitar pukul 22.30 WIB.
Sedikitnya 18 anggota Pemuda dan 30 anggota BFC pelaku tawuran dari kedua kelompok diamankan di markas Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung berikut belasan senjata tajam berbagai jenis seperti samurai, golok, clurit, pisau dan pentungan. Turut diamankan empat puluhan sepeda motor berbagai jenis dan merek serta tiga unit mobil milik para pelaku.
Sejauh ini diketahui tiga pelaku mengalami luka-luka serius dilarikan ke rumah sakit antara lain ke Rumah Sakit Immanuel. Halaman depan gedung Caesar Palace dipasangi garis polisi.
Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Tawuran terjadi beberapa saat setelah kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Sheraton, kawasan Dago terkait acara Asian Parliamentary Assembly di Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika, Selasa (8/12). Caesar Palace sendiri terletak sekitar 500 meter di utara Gedung Merdeka.
Awalnya kelompok yang diduga Pemuda Pancasila berencana menyerang kelompok BFC di sekitar Caesar Palace, tempat para anggota organisasi olah raga tinju Bandung itu biasa bertugas jaga sebagai petugas pengamanan. Sebelum menyerang, kelompok yang diduga Pemuda Pancasila berkumpul di dekat rel kereta api sedikit di utara Caesar.
Namun rencana mereka rupanya tercium lawan. BFC pun tak tinggal diam. Alhasil cekcok dan bentrokan pun tak terhindarkan.
Tapi untunglah, pasukan polisi termasuk Brigade Mobil Polda Jawa Barat yang tengah siaga di sekitar jalan Braga--ring dua pengamanan acara Presiden-- sigap bergerak cepat.
Sebelum berlarut, keributan antar dua kelompok massa pun berhasil dipadamkan. Para pelaku berikut barang bukti diamankan di markas Polwiltabes Bandung.
Peristiwa di malam kedatangan Presiden itu tak ayal membuat Kepala Polwiltabes Bandung Komisaris Besar Imam Budi Supeno naik pitam. Ia menyesalkan tindakan kedua kelompok dan sempat memarahi para pelaku yang diamankan di kantornya. Ia meminta para pelaku untuk menghentikan pertikaian.
Imam juga menegaskan pihaknya akan menindak tegas siapapun dari kedua kelompok yang mengulangi perbuatan serupa.
"Tindak tegas dengan tembak di tempat, bagi siapapun (dari kedua kelompok yang bandel). Kami bersikap netral, tidak akan memihak,"tegasnya Selasa (08/12) dinihari. Tindakan tembak di tempat tersebut hanya untuk melumpuhkan pelaku demi kemanan Kota Bandung. "Bukannya untuk membunuh."
Imam memastikan para pelaku ditindak sesuai pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan pasal senjata Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. "Pelaku (tawuran) semuanya akan ditahan di markas Polda (Kepolisian Daerah Jawa Barat) karena penanganan kasusnya diambil alih oleh Polda," kata dia.
Terkait kasus ini, Imam mengaku sudah menahan tiga tersangka kasus penganiayaan terpisah yang kasusnya tetap ditangani Polwiltabes. Salah satunya adalah Fr, oknum polisi yang terlibat penganiayaan Alwi Makay. Sedang sisanya adalah MR dan N, dua anggota BFC pelaku penculikan dan penganiayaan Jericho dan Ali.
"Sedangkan dua lagi, Rn dan Dd, masih DPO (sedang dikejar dan masuk daftar pencarian orang)," katanya. Dia juga memastikan polisi segera memanggil pimpinan kedua organisasi.
ERICK P HARDI