Akhir Tahun, Permintaan Sewa Harley Davidson Melonjak

Akhir Tahun, Permintaan Sewa Harley Davidson Melonjak

TEMPO/Arif Arianto

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menjelang akhir tahun, permintaan sewa sepeda motor besar, Harley Davidson, baik oleh para pehobi touring dengan sepeda motor lokal maupun turis mancanegara melonjak 20 persen baik di Jakarta maupun Bali.

Bila pada bulan-bulan sebelumnya, permintaan sewa rata-rata saban bulannya hanya mencapai 60 - 70 permintaan, Desember ini menjadi 72 – 84 pemesanan. Omzet sewa pada akhir tahun bisa mencapai Rp 250 – Rp 300 juta.

“Meskipun ini meningkat 20 persen, namun menurut saya permintaan ini belum maksimal. Karena ada kendala faktor cuaca yaitu hujan. Kalau normal bisa mencapai 100 lebih,” tutur Irvino Edwardly, General Manager Sales and Marketing PT Mabua Harley Davidson (PT MHD), dealer resmi Harley Davidson di Indonesia kepada Tempo di Jakarta, Selasa (8/12).

Irvino menambahkan, permintaan pesanan sewa motor besar asal Amerika itu, saban bulannya juga terus mengalami pertumbuhan. Rata-rata pertumbuhan permintaan tersebut mencapai 10 persen.

Para penyewa ini umumnya orang yang ingin membeli Harley namun masih ragu-ragu sehingga perlu mencoba dulu. Tipe penyewa ini biasanya mengambil masa sewa jangka menengah yaitu delapan jam.

Harley Tipe penyewa lainnya adalah para pehobi atau bikers yang sejatinya mempunyai motor sendiri. Namun, karena tidak mau repot dengan urusan setelah acara selesai, mereka enggan memakai motor sendiri.

“Biasanya mereka menyewa untuk waktu lama, selama touring. Juga para turis mancanegara termasuk tipe ini,” terang Irvino.

Tipe selanjutnya adalah para pengusaha yang sekaligus juga pehobi motor besar, mengajak teman atau klien bisnisnya untuk melakukan touring. Mereka umumnya memiliki motor sendiri, tetapi karena mengajak rekan bisnis, akhirnya menyewa untuk menjamu mitra bisnisnya itu. Biasanya, masa sewa tipe penyewa ini antara 10 – 14 hari.

Lantas berapa tarif sewa motor premium ini? Di Mabua Harley Davidson, stok motor gede yang tersedia untuk disewakan saat ini adalah tipe FXDB Dyna, FXSTC Softail, FLHT dan FLHR.

Tarif sewa tipe FXDB Dyna untuk satu hari Rp 1.150.000, delapan jam Rp 800.000. “Dan untuk empat jam dengan tarif Rp 600.000. Waktu sewa minimal empat jam. Tarif tersebut sudah termasuk biaya polis asuransi dan lainnya,” tandas Irvino.

Tipe FXSTC Softail Rp 1.400.000 untuk sehari, Rp 950 ribu per delapan jam, dan minimal empat jam Rp 700 ribu. Tipe VRSCDX Rp 1.200.000 untuk sehari, Rp 900 ribu untuk delapan jam, dan Rp 650 ribu untuk empat jam.

Tipe lainnya yang masih tersedia adalah, FLHT dan FLHR. Banderol sewa masing-masing adalah, Rp 1.750.000 untuk sehari, Rp 1.300.000 untuk sewa delapan jam dan Rp 900 ribuuntuk tenggang waktu empat jam.

Irvino menyebut, permintaan sewa paling besar masih di Bali . Namun, permintaan di pulau Dewata itu bukan dari para turis mancanegara saja, tetapi juga turis lokal. Kini pihaknya menyiapkan untuk masa penyewaan mulai 20 – 31 Desember, karena merupakan permintaan terbesar.

Lantas bagaimana dengan minat masyarakat? Menurut Irvino, minat masyarakat tak hanya dari kalangan pemilik motor gede saja. Thomas Singkey dan istrinya Stella misalnya. Pasangan dari Manado ini, mengaku ingin merasakan berbulan madu dengan petualangan menggunakan sepeda motor besar.

“Sepertinya asyik kalau kita melakukan adventure turing dari satu kota ke kota lain dengan pasangan kita,” ujar Thomas kepada Tempo seraya terbahak.

Praktisi investasi di sebuah perusahaan pengelola investasi itu mengaku belum memiliki motor besar, namun ia kerap mengendarainya. “Selama ini saya sewa saja, turing bersama dua tiga teman. Ya kalau ada rezeki mudah-mudahan bisa kebeli,” tandas dia.

Thomas memilih motor tipe FXSTC Softail dengan tariff sewa Rp 1.400.000 per hari. Rencananya ia akan menyewa untuk waktu 10 hari.

Sementara itu tipe motor Harley Davidson yang dipasarkan PT MHD saat ini ada enam tipe. Keenamnya adalah, Sportster, Softail,V-Twin Racing Street Custom (VRSC), Touring, Dyna dan Custom Vehicle Operation (CVO). Untuk tipe Sportster terdapat empat varian dan dibanderol mulai Rp 178 juta hingga Rp 228 juta.

Sedangkan Softail ditawarkan enam varian dengan rentang harga Rp 318 juta hinga Rp 362 juta. Tipe VRSC, dua varian dengan harga Rp 378juta- Rp379 juta. Sementara tipe Touring disedaikan dalam lima varian dengan harga Rp328 juta-Rp389 juta, tipe Dyna dua varian yang dibanderol Rp 256 juta-Rp 286 juta, serta tipe CVO yang dijual pada harga Rp 458 juta-Rp 587 juta.

ARIF ARIANTO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X