Perusahaan Pembuat Kabin Kapal Buka Usaha di Bintan

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Bintan, Yamin Hidayat mengatakan membaiknya ekonomi dunia mulai berdampak pada sejumlah perusahaan di Bintan khususnya kawasan Industri Bintan Inti Industrial Estate ( BIIE ) Lobam, Bintan, Kepri.

Salah satu perusahaan asal Singapura, PT. Singatec memperluas usaha dengan menambah investasi dari 500 ribu dolar Amerika menjadi US$ 5 juta. Perluasan usaha perusahaan ini dibidang ship cleaning dan cabin builder itu di atas lahan seluas 10 hektar.  Dengan perluasan usaha tersebut, dipastikan akan menampung 200 tenaga kerja. "Ini indikasi ekonomi dunia mulai membaik," kata Yamin.

Tapi bukan berarti tidak ada ancaman karena timbulnya Dubai Gate yang bisa saja berdampak pada perekonomian dunia. "Jadi harus hati-hati menyikapinya," ujarnya. Ia menyebutkan sebelum krisis ekonomi menderita Indonesia, jumlah perusahaan di BIIE sebanyak 34 perusahaan, kemudian perlahan-lahan berkurang menjadi hanya 22 perusahaan termasuk PT.Singatec itu. Tapi sekarang mulai tampak denyut pertumbuhan ekonomi lagi.

Yamin mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya krisis ekonomi dunia ke depan, maka cara terbaik adalah budayakan menggunakan produk dalam negeri, sehingga uang belanja pemerintah tidak banyak yang lari ke luar negeri. "Harga juga harus dikontrol," katanya Yamin.

Menyangkut upah minimum kota dan kebutuhan hidup layak ( KHL ) itu bukan satu-satunya solusi. Banyak cara lain untuk mensejahterahkan pekerja. Di antaranya mendirikan koperasi di perusahaan, tempat tinggal pekerja, dan harga sembilan bahan pokok stabil. Sebab meski upah dinaikkan berlipat bila harga naik pula, upah itu tak bermakna.

Kawasan BIIE menampung 11.000 pekerja dan kebanyakan bekerja di perusahaan garmen, namun pihak kawan akan membuka kesempatan kepada investor yang bergerak bidang industri kapal dan elektronik. "Jadi tidak terbatas hanya pada garmen," kata Yamin yang juga General Manager Kawasan Industri BIIE.

 

RUMBADI DALLE