Topik
Berkedok Pedagang Sayur Sembunyikan Satu Karung Ganja
TEMPO Interaktif, Bekasi- Seorang pedagang sayur keliling bernama Aditya Sanusi, 26 tahun, menyembunyikan satu karung ganja kering seberat 146 kilogram di antara tumpukan cabe, tomat, dan wartel. Dia diduga bandar besar, memasok ganja dari Aceh lalu memasarkan di Jakarta.
Kepala Satuan Narkoba Polres Metropolitan Bekasi Komisaris Sangadi, mengatakan Adit - panggilan Aditya Sanusi- memakai profesi menjual sayur mayur sebagai kedok. "Supaya bisnis dia yang sebenarnya tidak diketahui," kata Sangadi, kepada Tempo, Senin (14/12).
Penangkapan Adit berawal dari diringkusnya Hambali (kurir), di Pasar Ikan jalan Radio Dalam, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 9 Desember lalu. Polisi yang menyamar sebagai pembeli menyita 51 bungkus ganja kering di saku celananya.
Dari keterangan Hambali, polisi mengorek keberadaan Adit. Tim Narkoba Polres Bekasi lalu membuat janji transaksi satu kilogram ganja kering di Pasar Induk Cibitung, Adit berhasil diringkus Jumat pekan lalu.
Hingga dua hari setelah diringkus, kata Sangadi, Adit masih bungkam dan enggan menunjukkan tempatnya menyembunyikan ganja kering. Polisi mengetahui rumah kontrakannya Ahad (13/12) malam lalu, di jalan Nona Merah RT 07/ RW 06, Telaga Asih, Cikarang Barat, Kab Bekasi, Jawa Barat. Ketiga digeledah, polisi menemukan satu karung ganja kering itu.
Ganja dalam karung tersebut telah dibungkus rapi, totalnya ada 145 bungkus. Masing-masing bungkusnya seberat satu kilogram. Menurut Sangadi, Adit memiliki banyak jaringan. Salah satunya adalah pemasok ganja orang asli Aceh bernama Rizal, statusnya DPO. Rizal pernah tinggal satu kontrakan dengan Adit, beberapa bulan lalu dia pulang ke Aceh.
Terhadap Adit, polisi akan menjeratnya Undang-undang Nomor 35 tahun 200 tentang narkotika. "Kami jatuhkan ancaman hukuman mati," kata dia.
Salah seorang tetangga Adit, Toing, mengaku kaget ketika polisi meringkus Adit. "Setahu kami dia penjual sayur keliling," kata dia.
Hampir setiap hari, Toing melanjutkan, Adit lewat di depan rumahnya membonceng sayur mayur yang dimasukkan ke dalam karung. "Makanya kami tidak curiga,".
HAMLUDDIN





