foto

TEMPO/Wahyu Setiawan



Indeks Saham Masih Akan Tertekan  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia hari ini diperkirakan masih akan mengalami tekanan seperti kemarin.

Menurut Retail Research Analyst PT CIMB Securities Indonesia Mastono Ali, sell-off pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki pengaruh besar terhadap saham lain. Apalagi saham jangkar seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) juga mengalami penurunan.

“Indeks saham sepertinya kekurangan katalis positif saat ini untuk meneruskan rally (penguatan), meskipun indeks Dow Jones kemarin ditutup ke level tertinggi sepanjang tahun ini,” kata Mastono dalam analisis harian CIMB TraderAM Indonesia di Jakarta hari ini.

Indeks saham kemarin ditutup turun 12,71 poin (0,50 persen) di 2.506,38. Nilai transaksi mencapai Rp 3,5 triliun, naik 45 persen dibanding sebelumnya) dan volume 5,3 miliar, naik 51 persen.

“Meleset dari perkiraan kami, indeks saham kemarin ditutup melemah, meskipun muncul berita Dubai World akan dipinjamkan dana oleh bank sentral Uni Emirat Arab siang kemarin.

Pagi tadi, mayoritas bursa Asia dibuka bervariasi. Indeks Nikkei turun 0,41 persen, Australian Securities Exchange naik 0,72 persen, Kuala Lumpur Composite Index turun 0,12 persen, Shanghai turun 0,58 persen, serta Straits Times Index naik 0,28 persen.

Indeks Dow Jones kemarin naik 0,28 persen, level tertinggi selama 2009, setelah Abu Dhabi menyiapkan dana US$ 10 miliar untuk membantu Dubai World menyelesaikan utang-utangnya.

Harga saham sektor finansial naik setelah Citigroup mengatakan akan membayar dana Program Penyelamatan Aset-aset Bermasalah pemerintah Amerika Serikat senilai US$ 20 miliar.

“Tapi perdagangan cukup sepi karena sebagian traders telah libur lebih awal. Investor juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur bank sentral Amerika Serikat (FOMC) terakhir untuk tahun ini,” ujar Mastono.

Harga minyak untuk kontrak pengiriman Januari turun US$ 0,36 ke level US$ 69,51 per barel, penurunan selama sembilan hari berturut-turut. Penurunan harga minyak karena kekhawatiran para pedagang terhadap stok yang tinggi serta lemahnya permintaan.

Nilai tukar rupiah pagi ini stabil di 9.460 per dolar AS dan indeks saham turun 8,32 poin (0,33 persen) ke 2.498,07.

GRACE S GANDHI