Ilustrasi Hamil. (TEMPO/Hendra S)
Topik
Senam Baru Calon Bunda
TEMPO Interaktif,Ballroom sebuah hotel di Jakarta penuh sesak, Sabtu dua pekan lalu. Lebih dari 500 perempuan berbadan dua berkumpul di sana. Mengenakan seragam berwarna pink, mereka duduk rapi di atas matras warna senada. Bulir-bulir keringat menetes dari kening dan leher. Sesekali mereka mengangkat kaki atau lengan. Dengan wajah berbinar, mereka antusias mengikuti gerakan instruktur senam di panggung. "Senam hamil dapat menjaga kebugaran fisik dan spiritual ibu hamil, sekaligus membuat para calon ibu lebih siap menghadapi proses persalinan," kata dr Ifzal Asril, SpOG.
Ada banyak senam untuk ibu hamil. Pekan lalu, sebuah perusahaan produsen susu menyelenggarakan senam hamil jenis baru, yakni Yophytta Materna. Senam ini menggabungkan berbagai jenis senam yang cocok untuk hamil dalam satu sesi, seperti yoga, pilates, hypnotherapy, dan tai chi.
"Jika senam hamil biasa hanya menekankan gerakan fisik, senam Yophytta menggabungkan latihan fisik, mental, dan spiritual," kata Putu Arsaningsih, penemu dan instruktur senam Yophyta Materna.
Senam gabungan ini, menurut Arsaningsih, bisa menghilangkan stres yang biasa terjadi pada ibu hamil karena khawatir menghadapi proses persalinan. Padahal stres ini dapat mempengaruhi kondisi janin. Senam itu juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir positif, menjaga kestabilan emosi, serta mengurangi keluhan selama hamil, seperti sakit punggung dan nyeri sendi.
Secara fisik, senam ini memperkuat elastisitas otot dasar panggul dan dinding perut yang berperan pada kehamilan dan persalinan. Secara spiritual, senam ini dapat meningkatkan ikatan hubungan ibu dan bayi serta memberikan pikiran positif dalam menghadapi proses kelahiran.
Ada tiga tahapan dalam melakukan senam hamil Yophytta Materna. Tahapan pertama adalah relaksasi melalui olah pernapasan. "Energi positif yang terhirup disimpan dalam tubuh. Sedangkan energi negatif dikeluarkan melalui napas yang dibuang," kata Arsaningsih.
Sembari duduk di atas matras, Arsaningsih meminta para ibu hamil mensyukuri semua bagian tubuhnya, dari kepala hingga kaki, dan meminta para calon ibu menerima kekurangan diri.
Ia kemudian melanjutkan senam ke tahapan afirmasi atau membangun pikiran positif. Hypnotherapy berperan dalam tahap ini. Di sini ia memberikan berbagai kata-kata dorongan positif, menyadarkan para ibu meskipun proses kehamilan dan persalinan begitu berat, ini adalah proses alami perempuan yang harus diterima dan disyukuri.
Beberapa ibu hamil tampak terharu. Mata mereka berkaca-kaca. "Bila nanti ibu mencoba Yophytta di rumah, ibu bisa menggunakan kata-kata sendiri untuk memberi stimulasi positif pada pikiran," kata Arsaningsih kepada mereka.
Pada tahap akhir, Arsaningsih memberikan latihan fisik sesungguhnya. Setelah peregangan, ia mengajarkan gerakan kupu-kupu untuk melatih daerah di antara kedua paha dan merelaksasi daerah panggul. "Luruskan kaki kiri, lalu gendong kaki kanan dengan tangan, dan goyangkan perlahan-lahan," ia memberi aba-aba.
Setelah itu, ia mengajarkan gerakan kucing yang berfungsi sebagai latihan mengejan saat kelahiran, yakni dengan melakukan posisi merangkak. Peserta diminta melengkungkan punggung ke bawah sambil mengambil napas dan melengkungkan punggung ke atas sambil membuang napas dalam hitungan tertentu.
Arsaningsih juga mengajarkan cara duduk dan berdiri yang benar. "Selama ini banyak ibu hamil yang postur tubuhnya ketika berdiri dan duduk salah. Padahal ini yang sering membuat pegal dan nyeri sendi," tuturnya. Saat mengangkat tubuh dari posisi lesehan, misalnya, gerakan menyentak sangat berbahaya. Karena itu, ibu hamil harus menggunakan kedua tangan untuk menumpu badan saat hendak berdiri dari posisi lesehan di lantai.
Sebelum mengakhiri sesi ini, Arsaningsih mengajarkan gerakan relaksasi dalam posisi tidur menyamping ke kiri. Beberapa ibu tampak terlelap dalam proses yang berlangsung 10 menit ini. Setelah tersadar, "Jadi lebih segar, ya," kata seorang peserta. Menurut Arsaningsih, proses relaksasi dapat digunakan untuk mengurangi gejala sulit tidur.
Senam hamil baik dilakukan bila calon ibu telah melewati trimester pertama dan sudah tidak mengalami morning sick. Sebelum dilakukan sendiri di rumah, sebaiknya para ibu hamil telah mengikuti kelas senam dari instruktur profesional. "Agar tidak melakukan gerakan yang salah."
1. Yoga Hamil
Seni olah tubuh dan pernapasan yang berasal dari India. Tidak hanya bermanfaat untuk kesegaran jasmani dan rohani, tapi juga memperlancar proses persalinan. Ibu hamil dapat menjalani proses kehamilan dengan santai dan lebih percaya diri. Proses ini berpengaruh positif pada bayi. Yoga dapat mempengaruhi keseimbangan mental, emosional, intelektual, dan fisik.
2. Pilates
Pilates adalah suatu metode olahraga yang dikembangkan oleh Joseph Pilates sejak 1920. Metode ini difokuskan untuk kelenturan serta fleksibilitas seluruh bagian tubuh. Olahraga ini dapat memperbaiki postur tubuh yang kurang sempurna dan memperbaiki masalah-masalah yang berhubungan dengan kelainan tulang belakang. Bagi ibu hamil, pilates dapat memperkuat otot dan sendi, terutama otot bagian perut dekat tulang punggung yang membantu proses melahirkan, membuat ibu hamil lebih bugar, dan mempertahankan bentuk tubuh baik selama kehamilan maupun setelah melahirkan.
3. Hypnotherapy
Hypnotherapy dapat meningkatkan mood dan mengubah penerimaan seseorang terhadap sakit atau gejala fisik lainnya serta mereduksi kecemasan. Untuk ibu hamil, hypnotherapy dapat mengurangi kecemasan menghadapi proses persalinan melalui penerimaan diri.
4. Tai Chi
Tai chi adalah seni olah tubuh dan pernapasan dari Cina yang menyeimbangkan fisik dan jiwa. Latihan pernapasannya dapat membuat tubuh rileks dan memberi ketenangan spiritual.
MANFAAT SENAM HAMIL :
1. memperbaiki sirkulasi darah
2. mengurangi bengkak-bengkak
3. meningkatkan keseimbangan otot-otot
4. mengurangi risiko gangguan gastrointensitenal, termasuk sembelit
5. mengurangi kejang kaki atau kram
6. menguatkan otot perut
7. mempercepat penyembuhan setelah kehamilan
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Web via