Foto : Allure Batik
Topik
Eksotisme Sejuta Bunga
TEMPO Interaktif, Setangkai bunga mawar, melati, kemuning, dan kamboja. Siapa yang tidak akan terpesona pada keindahan aneka bunga tersebut? Ya, bunga-bunga ini tidak hanya memiliki bentuk yang cantik, tapi juga menimbulkan aroma wangi khas yang menjadi daya tarik yang tidak mudah terlupakan. Nah, sejuta bunga inilah yang menginspirasi Allure Batik yang ikut mendandani busana para Putri Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta. Sebanyak 48 gaun batik dikenakan oleh para finalis dalam ajang rutin tahunan itu.Ade Kartika dari Allure Batik menjelaskan, ajang ini merupakan keterlibatan butiknya yang kedua kali. Karena perhelatan itu merupakan Pemilihan Putri Indonesia dan bertaraf internasional, dia pun berusaha menyesuaikan diri dengan menampilkan gaun yang mencerminkan integritas nasional, anggun, dan bercita rasa tinggi. "Kami mengerjakan dengan serius, total, dan sepenuh hati. Sebab, tugasnya sangat mulia, tidak bisa dipandang sepele," kata Ade.
Pada pemilihan tersebut, Allure Batik menampilkan rancangan batik eksklusif yang mengangkat citra para Putri Indonesia yang terlihat lebih berintegritas, elegan, dan cerdas. Menurut Ade, butiknya menyajikan inspirasi keindahan unik dari flora, terutama bunga-bunga asli Indonesia. Caranya dengan memindahkan eksotisme bunga-bunga Indonesia ke dalam bingkai batik yang dirancang dengan sangat berani dan mengagumkan. Hal itu membuat penampilan batik berubah menjadi desain modern yang unik, berkelas, sekaligus eksotis dan mempesona.
"Pilihan kali ini adalah mawar, sebagai salah satu bunga khas Bumi Pertiwi," kata Ade. Dia juga menjelaskan, mawar Indonesia dikenal sebagai mawar tropis yang memiliki 18 kelopak yang besar dan saling melingkar. Belum lagi keharumannya yang sudah diakui oleh para pencinta bunga di dunia. "Yang paling terkenal dari mawar Indonesia, selain bentuk dan keharumannya, adalah warna merah darah yang sangat mempesona," dia melanjutkan. Nah, sisi warna itulah yang kemudian menjadi inspirasi berani bagi Allure untuk menciptakan rancangan unik berkelas dunia sehingga batik bisa dikenal juga sebagai desain yang sangat mudah untuk dipadukan dengan corak apa pun, tak hanya yang bersifat klasik. Selain menyajikan keindahan mawar, Allure merancang bunga khas Tanah Air lainnya, seperti melati, kemuning, dan kamboja, menjadi motif batik yang unik dan modern.
Gaun batik bergaya modern ini dibuat di atas kain berkualitas tinggi seperti sifon dan habutai silk sehingga terkesan jauh dari lusuh dan old fashion alias ketinggalan zaman. Dibuat sedemikian rupa karena selama ini para pemakai batik merupakan para wanita muda yang selalu ingin tampak cantik, modis, menarik, dan elegan. "Selain memancarkan aura kecantikan sejati, rancangan harus tampak seksi, modern, elegan, dan mewah," kata dia.
Qory Sandiorifa, yang terpilih menjadi Putri Indonesia 2009, mengaku bangga mengenakan gaun bermotif eksotisme sejuta bunga Indonesia. Dia suka mengenakan gaun malam berwarna merah muda yang berbahan habutai silk. "Mengenakan ini membuatku tampil cantik, mewah, dan modern. Tak kalah oleh gaun perancang luar negeri," katanya bahagia.
Namun, sebetulnya penggunaan aneka bunga lokal untuk motif batik lokal bukanlah hal baru. Demikian paling tidak menurut Fariz Dynand, pengamat mode dan gaya hidup. Dari pengalamannya mengomandani ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) yang berlangsung rutin setiap tahun di Kota Jember, bunga lokal dan flora sering menjadi inspirasi menarik. Di tangan Fariz, bahkan penggunaan bunga dan flora itu bisa lebih ekstrem. Pemakaian bunga tak hanya sebatas sebagai inspirasi motif semata, tapi juga sebagai perangkat yang lebih detail dan maksimal. Misalnya pada korsase atau bros besar, bunga mawar disematkan di bagian dada. Atau untaian bunga melati dan kemuning bisa djadikan bando dan mahkota untuk rambut. Lalu, pelepah pisang dan batang dari berbagai pepohonan atau bunga anggrek bisa dibuat menjadi obi atau ikat pinggang. "Indonesia negeri yang kaya. Inspirasi mode tidak akan pernah berhenti. Selalu ada celah termasuk dari eksotisme flora dan sejuta bunga," ujarnya.
HADRIANI P