Investasi Properti Bakal Dikuasai Juragan Lokal

TEMPO Interaktif, Jakarta - Investasi properti pada 2010 diperkirakan masih akan meningkat. Peningkatan didukung kondisi ekonomi yang stabil dan suku bunga yang rendah. "Dibandingkan 2009 investasi mungkin naik 10 persen," kata analis Cushman Wakefield, Andi Susanto Loe, di Jakarta, Rabu (16/12.

Sektor properti dinilai masih menjanjikan keuntungan yang cukup bersaing. Imbal hasil yang diterima juga cenderung stabil. "Tidak ada distressed asset," kata dia. Imbal hasil tertinggi berasal dari sektor retail, 9-12 persen. Imbal hasil sektor resindesial antara 7-9 persen dan sektor perkantoran menghasilkan 6-8 persen.

Kenaikan ini juga terjadi di Asia Pasifik yang diperkirakan bertumbuh lebih pesat dari Eropa. Pasar properti Indonesia akan didominasi oleh investor lokal. Terutama, investor lokal yang memiliki excess fund dan fasilitas dari bank. Sekitar 90 persen investor merupakan pemodal lokal.

Pemodal Indonesia juga mulai merambah investasi ke luar negeri. Sebab, imbal hasilnya dipandang lebih menguntungkan dibanding melakukan investasi di dalam negeri. Negara yang menjadi sasaran antara lain Amerika Serikat, Singapura, Inggris, Hong Kong, dan Cina.

"Sebaliknya, saya pesimistis investor asing akan berlomba-lomba datang ke Indonesia," ujar dia. Sebab, kepemilikan asing dalam sektor properti di Indonesia masih dibatasi.

Untuk meningkatkan investasi asing, dia berharap Dewan Perwakilan Rakyat segera mengesahkan Undang-Undang Agraria. "Peraturan itu diperlukan untuk menghilangkan sentimen anti asing," kata dia. Adanya investasi asing diharapkan bakal mengangkat citra Indonesia sebagai negara tujuan investasi properti.

FAMEGA SYAVIRA