Topik
Festival Braga Tutup Akhir Tahun di Bandung
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Festival Braga keempat akan menutup akhir tahun ini di Bandung. Lebih dari 20 acara disajikan gratis selama 4 hari, mulai 27-30 Desember.
Kali ini, festival yang dibuat oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Barat itu dipusatkan di dua tempat. Jalan Braga sebagai lokasi utama, digunakan untuk helaran kesenian, peragaan busana, pameran industri kreatif, dan tempat wisata kuliner.
Sedangkan program pendukung di Gedung YPK yang berada di sisi Jalan Braga, akan diisi berbagai seminar kesenian dan budaya, pemutaran film, serta menjadi tempat reuni seniman dan budayawan Bandung juga Jawa Barat.
Menurut Direktur Utama Kharisma Nusantara Kris Syandi Kurnia yang menjadi penyelenggara acara, tema festival kali ini adalah Wujud Citra Braga Kreatif. Agak berbeda dari gelaran sebelumnya, pengunjung diharapkan mengikuti dress code yang diminta panitia, yaitu pakaian bergaya vintage seperti noni dan sinyo Belanda atau kebaya.
Alasannya, kostum tersebut dianggap mendukung gaya bagi para pengunjung yang biasanya suka berfoto-foto di arena. Untuk mendukung nuansa zaman dulu, panitia akan membuat seluruh stand peserta dengan bahan bambu.
Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Barat Herdiwan mengatakan, pihaknya mengucurkan duit Rp 250 juta sebagai dana stimulan, selebihnya menjadi tanggungan penyelenggara. Dia meminta agar festival kali dibuat lebih berkesan dan bernilai bagi para pengunjung. "Tidak asal keramaian saja," katanya.
Ia pun meminta agar sekitar arena festival tidak dimasuki pedagang kaki lima yang biasanya menggelar barang dagangan apa saja. Aturan itu, ujar dia, agar citra Braga lebih bergengsi.
ANWAR SISWADI