Satu Pendaki Meninggal Dalam Peringatan 40 Tahun Soe Hok Gie di Semeru

TEMPO Interaktif, Lumajang - Seorang pendaki Semeru dikabarkan meninggal dunia Kamis (17/12) pagi ini di Ranu Gumbolo. Informasi yang dihimpun Tempo, korban meninggal ini adalah Muamar Hanafi, 22 tahun, warga Padomasan, Kabupaten Jember.

Informasi meninggalnya satu orang pendaki Semeru diterima pertama kali oleh Kepolisian Resor Lumajang. Wakil Kepala Kepolisian Resor Lumajang Komisaris Mochamad Hufron dihubungi Tempo hari ini mengatakan, ada satu pendaki yang meninggal dunia. “Informasinya jam 04.00 Wib pagi tadi,” katanya. Hanya, penyebab meninggalnya korban ini hingga saat ini belum jelas. “Kami belum menerima informasi penyebab meninggalnya korban,” katanya.

Petugas piket Kepolisian Sektor Senduro, Aiptu Sugeng saat dihubungi siang ini juga mengatakan hal yang sama. Dia juga belum bisa memastikan, penyebab meninggalnya korban dan latar belakang korban. “Apakah dari mahasiswa atau organisasi pencinta alam, kami belum tahu,” katanya. Pasalnya, ketika mengajukan ijin pendakian, yang bersangkutan hanya melaporkan dari Jember. Informasi yang dihimpun Tempo, di Ranu Gumbolo ada kegiatan perkemahan sejak 13 hingga 18 Desember.

Tak kurang dari 200 aktivis melakukan pendakian di Gunung Semeru dalam rangka napak tilas pendakian Soe Hok Gie. Para aktivis tersebut berasal dari seluruh penjuru nusantara. Puncak acara kegiatan tersebut diselenggarakan pada Sabtu (19/12) lusa depan di Ranu Pane. Hanafi merupakan korban yang ke-29 ganasnya Gunung Semeru. Sebelumnya, pada Juli 2009 lalu, Andika Listyono Putra, Mahasiswa Fisipol UGM meninggal setelah sempat hilang tiga hari.

Andika ditemukan dalam meninggal setelah terjadtuh dari jurang Blank 27. Sementara itu korban pertama meninggal dunia adalah Soe Hok Gie dan Idhan Lubis pada 16 Desember 1969.

DAVID PRIYASIDHARTA