TEMPO/Bismo Agung
Infografis
Faisal Basri Menilai Sikap BPK Plinplan
TEMPO Interaktif, Jakarta -Pengamat Ekonomi Faisal Basri menyatakan bahwa dirinya meragukan sikap Badan Pemeriksa Keuangan soal hasil investigasi audit aliran dana Bank Century yang terkesan plinplan.
"Dulu tidak ada salah apa-apa, hasil audit sebelumnya (dengan nilai) wajar tanpa syarat," ujarnya kepada Tempo, Kamis (17/12). Ramai diberitakan, hasil audit investigasi BPK atas kasus Century menyatakan, sebagian kucuran dana penyertaan modal sementara Lembaga Penjamin Simpanan kepada Century tak berdasar hukum.
Pasalnya, itu dikucurkan setelah 18 November 2009. Faisal juga mencurigai telah terjadi ''pesanan'' atas sikap BPK yang kemudian menyatakan kucuran dana ke Century pasca 18 November lalu tak berdasar hukum.
"Ada pesanan, jadi saya agak gamang (terhadap) laporan audit ini," ujarnya. Selain itu dilihat dari anggotanya, BPK tidak kredibel karena berasal dari partai politik, "Kalau diorder sama politisi isinya ya politik semua," tukasnya.
Untuk itu, Faisal meminta masyarakat dan Dewan Perwakilan Rakyat mengkritisi BPK, karena sistem di Indonesia sendiri masih lemah. "Harus dikritisi, (kalau perlu) cek ulang." ujarnya.
Dia menilai, sikap yang diambil pemerintah dalam menyelamatkan Century merupakan sikap yang harus diputuskan meski tidak ada dasar hukumnya.
"Kita apain Century kalau tidak ada dasar hukum? Harus ada yang memutuskan. Ya risiko jabatan kalau dinilai salah," terangnya. "Kalau sesuatu tidak ada dasar hukum, mau bagaimana. Harus diambil tindakan dengan aturan yang ada yakni MoU."
SHOLLA TAUFIQ






Web via